Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun.
Kabar duka datang dari dunia motorsport Malaysia.
Pembalap muda asal Malaysia, Farres Putra, meninggal dunia setelah mengalami crash, pada lap pertama Kejuaraan Cub Prix Malaysia yang digelar di Trengganu.
Farres Putra mendapatkan perawatan medis di sirkuit dan dipindahkan ke Rumah Sakit Sultanah Nur Zahirah di Kuala Terengganu pasca insiden tersebut. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Rest in peace, Farres. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan 🙏
The concept of “jangan keliatan banget kecintaannya” or “dikurangi kecintaannya” tuh jujur gak pernah masuk di aku. Like why can’t we just love someone to the fullest? Kalau aku punya banyak cinta buat seseorang, kenapa harus sengaja dikasih setengah?
The irony of this country is setelah 1 hari setelah hari kemerdekaan langsung ada demo. Negara ini sudah gagal dlm membuat kebijakan, gagal membuat rakyatnya sejahtera, gagal menjaga keamanan, gagal utk bisa memberikan kebebasan berpendapat
PRABOWO SUDAH GAGAL
#intinyadeh
> Presiden Prabowo pidato blg "dikatakan Iran udh punya senjata nuklir"
> Pidato jd kontroversial krn tayangannya tiba2 dipotong
> Kedubes Iran bantah kepemilikan senjata nuklir
> 2 warga Cimahi, AYP & AF ditangkep krn post di sosmed komen ttg pidato tsb
(1/2)
YA ALLAH, I WISH KETERIMA DI TEMPAT KERJA YANG GREENFLAG DALAM WAKTU DEKAT, JAM KERJA 9-5, CUTI GA DIPERSULIT, SABTU MINGGU LIBUR, GAJI GEDE, KERJAAN SESUAI PASSION, DEKET RUMAH, DAN DAPET ATASAN DAN REKAN YANG BAIK, AAMIIINN..
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
kerja di perusahaan yang jelas, 8 hours max no shift, deket dari rumah, senin-jumat kerja, atasan dan teman baik, gaji tinggi, halal, ga menghalangi buat ibadah
Prabowo meletakkan bunga di makam leluhurnya, Kapitein Benjamin Thomas Sigar, tokoh Minahasa yang memimpin Pasukan Tulungan (Hulptroepen) dalam Perang Jawa. Menurut keluarga, ia terlibat dalam penangkapan Pangeran Diponegoro.
Foto ini diambil sekitar 1968, tak lama setelah Soemitro Djojohadikusumo dan keluarganya kembali dari pelarian politik (1957–1967) terkait keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI.