I never thought/expect that love can be soooo pure-huge-unconditional-effortless-miraculous untill Danish come. Youre such truly blessing for me sayanggg🥺🥺🥺🫶🏻🫶🏻🫶🏻
bapak : binatang apa yg melompat2 dan ngantongin anaknya di perut?
danish : apa yah?? (bingung)
ibu : kang…..? (bantuin kasih clue)
danish : KAAAANG..KUNG!!
ibu: “danish, ibu bapak pergi dulu ya sebentar, kamu dirumah aja, beneran sebentar bgt keluarnya kok🥹🙏🏻”
danish: “ibuuk, anak kecil itu harus berkumpul terus sama keluarganya, bukannya malah ditinggal tinggal begituu😠”
ibu : danish ayo udahan nontonnya, kita berangkat
danish : sebentar ibu sedikit lagii
ibu : ayo berangkat nanti kesiangan!!
danish : ibuu sabaar.. barang siapa yg menahan amarahnya maka Allah akan menahan azabnya
pajak (yg sangat) tinggi, yaudah ok
makan gratis susunan tim para “ahli di bidangnya” dgn lauk penuh canda, dgn dampak keracunannya jauh lebih berprestasi drpd kenaikan status gizi baiknya, bikin amarah naik turun
dan kebijakan unggul lainnya yg hanya bisa kita “iyain” aja de
baru setahun berjalan, beliau2 penggerak negri ini yg sudah amat sangat “terlihat jasa”nya ini,
udah bikin kita marah > MARAH > marah BGT > geleng2 kepala > auk ah > wkwkwk > sampe MARAH lagi loh
Dulu jaman SBY, tiap ada bencana, dia pidato, "Saya prihatin."
Sampai jadi meme, ada juga yang bikin website dengan tombol, kalau dipencet ada rekaman SBY bilang, "Saya prihatin."
Itu menyindir karena yang dilakukan adalah bare minimum doang. Mengucapkan prihatin tanda simpati.
Sekarang?
Ada banyak orang keracunan bahkan kehilangan nyawa.
Gak bilang apa-apa. Nothing, none.
Bare minimum aja enggak.
Bahkan kita jadi merindukan, "Pertama-tama, saya prihatin."