Kalimat-kalimat seperti "Seandainya waktu itu saya tidak mengambil keputusan ini..." atau "Bagaimana kalau nanti rencana saya gagal?" sering kali berputar di kepala kita. Jika dibiarkan, pola pikir seperti ini akan melelahkan jiwa dan merusak kesehatan mental seorang muslim.
Dalam hadisnya yang mulia, Rasulullah pernah berpesan:
وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ
"Dan ketahuilah, bahwa apa saja yang luput darimu tidak akan pernah menimpamu, dan apa saja yang menimpamu tidak akan pernah luput darimu."
Baca selengkapnya di link bawah ini:
https://t.co/YwA94VIa1n
Kalian daripada joki buat dapet referensi, kenapa enggak akses e-resources Ipusnas aja sih? 😭
Tinggal daftar keanggotaan, nanti bisa akses SEGINI BANYAK.
Daftar online di sini: https://t.co/rbhv1Vt4hj
Akses e-resources di sini: https://t.co/jcAcoepg8O
Salah satu momen paling menggetarkan di Lirboyo, saat Mbah Kyai Nurul Huda memeluk erat Gus Yahya sambil membisikkan Surah Maryam Ayat 12 dalam Al-Qur'an: "Wahai Yahya, ambillah Al-Kitab (amanah) itu dengan sungguh-sungguh."
Ini bukti NU bukan ormas biasa. Nahkodanya bukan sekadar pemenang Muktamar, tapi sosok yang memang 'dipilih' lewat mata batin para masyayikh. Segala fitnah keji terhadap sosok yang mewakafkan hidupnya untuk NU sejak lahir, runtuh seketika di hadapan pelukan ini.
Bismillah.. biidznillah... We choose Rahmah, in Gus We Trust!
Gus Mus: (Jangan) Terlalu Serius Jadi Kiai
Pagi ini jjs (jalan-jalan sehat) di alun-alun Rembang, mendampingi Gus Mus alias Kiai Mustafa Bisri. Tentu saja Mbak Admin Ienas Tsuroiya ikut serta. Di tengah jalan saya berseloroh, sekedar untuk membuka pembicaraan.
"Abah ini umurnya sudah delapan puluh tahun lebih, tapi jalannya masih tegap. Sementara banyak kiai yang umurnya di bawah njenengan, sudah harus memakai kursi roda."
Saya diam sejenak, menunggu respon Abah. Lalu,
"Soalnya beliau-beliau itu terlalu serius jadi kiai sih," kata Gus Mus.
Saya tertawa sambil merenungkan perkataan yang sederhana tapi maknanya, tentu saja, amat dalam itu. Dari rumah, Gus Mus jalan kaki menempuh jarak kurang lebih satu kilo meter, menuju alun-alun kota Rembang. Setelah itu, beliau akan mengitari alun-alun kira-kira lima kali. Gus Mus masih bisa jalan kaki dengan "pace" atau kecepatan ala anak-anak muda. Luar biasa. Tak ada tanda-tanda "ngos-ngosan" sama sekali.
Setelah beberapa saat, beliau, masih dalam keadaan jalan kaki dengan cukup cepat, bercerita bahwa Kiai Abdul Hakim Mahfudz, alias Gus Kikin, Ketua PWNU Jatim dan pengasuh Pesantren Tebuireng, dua hari lalu sowan ke "ndalem" beliau (maksudnya Gus Mus) di Leteh, Rembang. Gus Kikin melaporkan "ontran-ontran" yang sekarang tengah berkecamuk dalam tubuh PBNU. Tentu saja Gus Kikin cemas sekali melihat hal ini.
Apa respon Gus Mus?
"Sampeyan kan sudah lama di NU, masak ndak tahu. Di NU ribut-ribut itu biasa, namanya orang banyak, kepentingannya juga banyak," seloroh Gus Mus.
Lalu, "Sampeyan ndak usah cemas. Santai saja. NU itu milik Gusti Allah, sudah ada yang ngurus, ndak usah khawatir," kata beliau.
Gus Mus memang selalu santai menghadapi keadaan apapun, tidak mudah cemas dan panik. Ini bukan berarti beliau tidak sungguh-sungguh memikirkan NU. Bukan. Hidup beliau sejak muda hingga sepuh saat ini dihabiskan dalam NU. Organisasi ini sudah menjadi bagian dari dirinya.
Ketika suatu waktu Gus Yahya, Ketua Umum PBNU, melaporkan tentang "ribut-ribut" dalam tubuh organisasi yang ia pimpin itu, Gus Mus juga merespon dengan santai:
"Salahmu sendiri pengen jadi Ketua NU. Wong kamu sendiri yang pengen jadi Ketua NU kok sekarang mengeluh."
Mungkin gaya santai Gus Mus inilah yang membuatnya tetap segar-bugar hingga usia sepuh saat ini. Jalannya masih tagap. Tak ada pantangan apapun dalam soal makanan. "Tak soal makan apa saja, asal tidak berlebihan, tahu batas," kata beliau suatu saat.
Filosofi hidup sederhana ala Gus Mus.
🪴🌿💐
@HaloBCA apa program ini tergantung jumlah stock minyak? Tadi saya belanja pake debit BCA >700k, mbak nya bilang minyaknya dijatah 1 karton aja dan pas saya coba klaim, katanya minyaknya habis. Padahal di rak display masih banyak. Lokasi merchant LARISSO KRATON JBR. Mohon Info 🙏
@HaloBCA apa program ini berlaku jk stok minyak tersedia saja? Tadi, sekira jam11an siang, saya bertransaksi 700rb lebih pake debit BCA card, saya klaim, Kata pegawainya minyak habis, jatahnya hny dikasih 1 karton saja. Mohon Infonya ya. Posisi Merchant di LARISSO KRATON JBR Tks