Aku cuma bisa pakai baju dia, bukan peluk tubuhnya! Aroma tubuhnya yang biasa ku cium dari bajunya sudah hilang! Aku bahkan sudah ga bisa ingat suaranya! Apa kamu tau perasaan ku?! Selama ini aku menahan diri demi siapa kalau bukan kalian?!"
"Menurutmu,kenapa selama ini aku ga pernah coba bunuh diri? Karena Hyung! Kalau bukan karena nyawa jaeui Hyung yang bergantung di jiwaku, sudah pasti aku menyusul ilay sejak lama! Apa kamu tau rasanya ditinggal kekasih?! Kamu masih punya jaeui Hyung, tapi ilayku sudah lama pergiโ
Dengan amarah, Rahman berbicara ke taeui, "apa maksudmu hidup begini? Bukannya ilay udah berusaha buat selamatkan kamu? Terus kamu mau hilangin nyawamu? Jangan gila! Nyawanya yang ada di tubuhmu bukan cuma punyamu, tapi juga punya jaeui! Jangan harap kalau kamu ingin mati!"
Taeui sepenuhnya sadar hal itu. Tiga tahun terakhir ini, taeui hampir ga merasakan emosi apa pun. Semuanya hampa. Dia sadar kalau hidup ini sudah ga menarik.
Rahman yang juga sadar tentang hal ini merasa kesal. Jika taeui mati, maka jaeui juga akan matiโ kata-kata itu terngiang di kepala rahman. Dia takut taeui mengambil nyawanya sendiri โbukan tapi nyawanya dan jaeui karena nyawa jaeui bergantung sama taeui.
Tiga tahun berlalu, taeui masih keliatan biasa aja. Tapi buat jaeui, taeui semakin lemah. Ini mirip seperti taeui menyerah sama kehidupan. Taeui mulai malas memperhatikan kesehatannya, dia semakin kurus. Jaeui sadar kalau taeui sudah ga punya semangat hidup sejak lama.
Selama dia ditinggal oleh ilay, taeui ga pernah sekali pun menangisi ilay. Karena ilay bilang, kalau dia ga boleh nangis sedih. Semua kata-kata ilay mirip seperti kutukan. Taeui ga bisa nangis waktu dia ditinggal sendirian, kangen, atau pun waktu keinget ilay.
Taeui ambil salah satu kemeja punya ilay, lalu dia pakai ke tubuhnya. Besarnyaโpikir taeui. Di sini... masih ada sisa aroma tubuhnya ilay.
Mungkin penyakit skizofrenia taeui kambuh, tapi dia ga peduli. Dia mau nikmatin ini.
Hari demi hari berlalu. Taeui tiba tiba ingat tas yang dikasih rita waktu dia pergi. Tadinya tas yang berisi barang barang ilay mau dia buang. Tapi untungnya tas itu masih ada di lemari dia, beserta barang-barang yang ada di dalamnya.
Dikit lagii wkwk
Jaeui yang ngeliat taeui diem cukup lama akhirnya sadar kalo taeui sebenarnya bukan keinget orang tua mereka, tapi ilay. Jaeui mulai khawatir sama kondisi taeui. Karena setelah itu taeui seperti makin kehilangan arah.
Lanjut sini aja ah wkwk
Entah karena insting sebagai saudara kembar atau hanya kebetulan aja, jaeui telpon taeui.
Taeui cerita kalau dia mau pergi dari rumah ini, rasanya aneh kalau terus numpang di rumah orang gini