Awal kenalan sama ayang, kayaknya meet ke 3 tiba2 dia bilang pas lagi di tengah date, "eh aku harus jemput orang tuaku dulu dari bandara", aku kira aku bakal didrop atau gimana ternyata diajak jemput wkwkwkwk. Karena saat itu masih temenan aja, yaudah dikenalin sebagai temen.
Di mobil ibunya nanya2, aku kuliah di mana dan dari mana wkwkwk. Untung aku orangnya emang extrovert jadi santuy aja diajak ngobrol, di sana aku baru tau orang tua pacarku 2-2nya dosen di Jogja.
Aku jadi ikut ke rumahnya krn mau drop ibunya balik, tp habis itu kita lanjut jalan lagi. Kesan aku baik, krn ibunya welcome dan ayahnya emang pendiem.
Lama2 kita pacaran, aku sering diajak ngedate ke rumah pacarku (maklum mahasiswa miskin) dan jadi makin kenal keluarganya. Keluarganya tu damn harmonisss banget, udah tua ayah dan ibunya masih mesra dan yg paling aku shock pacar aku bilang kalo dari dia kecil ortunya tu ga pernah berantem (at least seumur hidup di depan anak2nya). Jujur aku kaget, krn tumbuh di orang tua yg suka berantem aku even berpikir emang bapak ibu berantem itu normal, dan keluarga harmonis cuma di tv, ternyata ITU REAL LIFENYA COWO AKU BJIR WKWKWKWK.
Tambahan konteks. Temen gw kuliah di KL. Awalnya mau balik Jakarta, apply beberapa company di Jakarta 2x dapet offering UMR 5jt as FG.
Ada lowker CS bahasa Indonesia, dia akhirnya apply dan menetap di KL. Gw tanya sayang banget jadi CS, tp di sana gaji kira2 kalo diconvert IDR 20jt, biaya hidup sendirian IDR 10jt udah dapet kost yg mayan proper, sisanya bisa nabung
Emang kasian jadi WNI
Ini betul. S2 itu bikin aku:
1. dapat materi yang solve problem (in a country level)
2. aku tau cara buat ketemu dan deal sama orang di level menteri itu dari dosenku. Trik dia 100% works💀
3. 1 dosen bikin aku sadar masalah hidupku itu corenya apa.
S2 really gets you to places tho. Not saying this is the end (nor impossible without masters) tapi sekarang gue bisa casually hangout (dan belajar) sama lulusan MIT/Cambridge/Oxford, pekerja spesialis, anak konglomerat, orang-orang penting di negara masing-masing….
The only statement that should have come out of his mouth while receiving the gift should have been “My wife is going to love this” and then protect it and bring it home to his wife. That man is a horrible husband and this should constitute solid grounds for divorce
Back to this:
Imagine your wife winning PS5 at the office and she gives another man at the office with smiles and pictures.
And she comes home to tell you then gaslight you that you're overreacting when you complain.
I swear she hates you.
Last night, my marriage was shaken over a makeup kit. But anyone looking from the outside will call me crazy. My husband came home from his company's luncheon radiant—it was an employees-only lunch, and he was drawn as the winner of a super premium skincare and makeup kit, expensive and complete, you know? The kind of treat any woman would love to get. But what did he do? He simply looked to the side and HANDED the entire prize over to a female coworker. It didn't stop there.