Jadi masukan buat para owner F&B, bedakan opini food content creator dan food expert, kalau mau berkembang secara brand value & produk carilah food expert. Kalau mau berkembang secara marketing, carilah content creator.
Nah buat kita-kita, mari normalisasi hal yg benar.
Kenapa banyak pelaku industri kuliner gak suka sama si โbiruโ? Ya karena dia itu content creator, bukan expertise. Tapi masyarakat menjadikan dia seakan-akan seperti expert, bahkan ada yg manggil chef. Ini uda melenceng. ๐
Jadi balik lagi, of course boleh ngikutin rekomendasi food content creator, karena mereka memang jagonya bikin konten. Tetapi kalau mau cari landasan dan kritik yang benar, haruslah mengacu pada Food Expert. Dan yaโฆ kita masih sangat kekurangan Food Expert di negara ini.
Please normalize bedain yang mana food content creator, yang mana food expertise.
Food content creator memang punya interest di food, tapi bukan berarti dia ahlinya. Kritik boleh, tapi bukan berarti dia punya kapasitas untuk memberikan kritik yang benar.
Lanjutโฆ..
Yang jadi masalah adalah ketika Food Content Creator dijadikan expert/ahli oleh masyarakat. Makanya ketika review makanan cuma enak dan gak enak yang sangat subjektif.
Himbauan kepada para barista/cafe owner, please kalau bikin Ice Americano, es-nya banyakin dan airnya didikitin. Biar gak encer kopinya pas uda nyampe ke table.
Experience naik kereta cepat Jkt-Bdg #whoosh .
Leg room-nya sih mayan luas, tapi kursinya sempit beut. Wonderingโฆ kalau badan-nya lebih besar dari gw sih gimana duduknya ya ๐ ๐ซ