Dia juga gak tone deaf. Bukan hanya oposisi pemerintah dan dukungannya untuk palestine, tesso nilo, hutan papua, banjir sumatra dll. Tapi soal lany, band favoritnya juga, dia delete foto konsernya, bahkan dia gak nunjukin minatnya lagi di publik.
Cr : tt chio
Nangis lihatnya nyebrang pake baskom, masih banyak ini yang seperti ini didaerah daerah lain
Presiden sama wakil presiden beserta jajaran sama aja, OMON OMON
ANJJJJJJ KETANGKEP BASAH PENCAIRAN DANA BUZZERNYA AOWKWKWK
ENIH KITA DISURUH TUTUP MATA YAK? WKWK NUMBALIN NASIB BEBERAPA TAHUN KE DEPAN DEMI AMPLOP YANG ISINYA GA NYAMPE 100 RIBU.
TETAPLAH KALIAN DI LINGKARAN MISKIN BUZZER BADJINGAN 🫵🫵
Inilah alasannya kenapa mahasiswa memilih #demo di Bundaran HI dan bukan didepan Gedung DPR !
Karena mereka sdh tdk percaya lagi dg DPR, yg telah berkoalisi dg Pemerintah untuk menyengsarakan rakyat ‼️
BEM UI 🔥
#MenujuIndonesiaBangkrut
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Duo boti tidak sadar bahwa ini bisa digolongkan korupsi atau penyalahgunaan wewenang, atau paling minimal: pelanggaran disipilin dan akuntabilitas.
Yang pasti ini sudah melanggar hukum. Tapi kembali lagi, memang rakyat bisa apa? 👍🏼
Guys, barusan gue tonton Bocor Alus soal Letkol Teddy.
Video ini menguatkan dugaan yang selama ini beredar bahwa Teddy disebut sebagai salah satu pintu utama menuju ke presiden.
Berikut poin-poin penting yang Tempo beberkan..
- Menteri disebutkan melapor ke Teddy, tidak hanya ke Presiden
- Menteri dan pejabat yang dekat dengan Teddy disebutkan memiliki akses lebih mudah ke Presiden
- Tempo menyebut Teddy berada dalam grup komunikasi menteri dan wakil menteri untuk memantau kinerja mereka.
- Teddy disebutkan ikut mengawal program prioritas presiden dengan detail...
- Misalnya, untuk program perumahan, Teddy dikabarkan sampai mengecek penerima subsidi, pembiayaannya, hingga detail lapangan acara peresmiannya.
- Media sosial Teddy tidak hanya dipakai untuk melaporkan program presiden, tetapi juga untuk membranding dirinya sebagai tokoh yang teliti dan pekerja keras.
INFO PALING SENSITIF: Tempo menyebutkan ada cerita dari internal militer dan istana yang menduga bahwa Teddy sedang disiapkan menuju jenderal bintang satu.
Dan seperti yang kita tahu, karier militer Teddy sebelumnya juga sempat dipersoalkan sejumlah pihak.
Source Info: Bocor Alus Tempo
Source Gambar: Harian Jogja.
SI BABI JAHANAM BEN GVIR MELECEHKAN PARA AKTIVIS GSF.
Para aktivis diikat, dipaksa bersujud, pernyataan dari Kemlu ini amat menyakitkan bahwa mereka diperlakukan baik-baik saja!