anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Kalian tau nggak sih, kalo Israel nyerang Iran duluan dan mereka minta bantuan ke AS pake narasi/hasutan apa? Yap, Israel nuduh Iran punya senjata nuklir, yang mana sama sekali belum terbukti tuduhannya.
Tuduhan itu yang bikin selat hormuz buka-tutup sampe sekarang, bikin harga minyak dunia naik, bikin Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia, dan perang terus berkecamuk sampai sekarang.
And u know what? Tuduhan dari Israel ke Iran baru aja DISAMPAIIN LAGI kemarin sama presiden eks pelanggar HAM yang gembrot dan bodoh itu. Di rapat besar. Di depan pejabat-pejabat Kadin. Disorot kamera.
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster
Buat yang merasa โamanโ, hati2 aja, witchhunt ini #semuabisakena
Bisa jadi kamu, anak kita, adik kita, sahabat kita jadi korban, dituduh, dipukul dan ditelanjangi cuma karena rapi, bersih dan wangi atau pakai sunscreen.
Soalnya yang teriak2 itu bukan cuma jelek, tapi juga oon
Ancaman nonmiliter termasuk ancaman berdimensi sosial budaya yang termasuk "kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan". Berarti berdasarkan kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan yang muntab dari mulutnya sendiri di video ini (mulai 0:15) Danu Syarif inilah justru yang ancaman nonmiliter. Mulutmu harimaumu. Dan ga ada ya makhluk apapun di dunia ini apapun orientasi seksualnya, coprophile pun, yang mau merayu lo ugaly ass prick!
https://t.co/pWHiks3Oax
Narasi lanjutan dari novel barunya:
Nadia menutup notifikasi aplikasi X dengan satu jari, sembari meletakkan Butterscotch Latte Harlan+Holden yang baru saja ia sesap sedikit. Tidak ada gunanya membalas cuitan dari mokondo kabupaten, pikirnya.
Nadia menghela napas pelan. Swedia mungkin tujuan yang tepat. Kali ini ia memilih Stockholm di musim panas yang panjang, di mana matahari hampir tak pernah terbenam.
โPak, tolong siapkan jet pribadi besok pagi. Saya berangkat sendirian dulu,โ ujarnya singkat kepada asisten pribadinya lewat panggilan WhatsApp yang ter-install di iPhone 17 Pro Max 1TB yang ia genggam.
Ia sudah hafal rute tersebut. Ke-68 kalinya. Ia pikir hanya di sanalah ia benar-benar bisa bernapas tanpa harus menjelaskan siapa dirinya. Sesaat itu juga ia memutuskan untuk lanjut membaca bab dua Let Them Theory untuk menghalau pikiran negatif akibat serangan daring yang baru saja menerpa dirinya.
โLet them,โ bisiknya kepada diri sendiri. Ia merasa terlalu berharga untuk meladeni orang-orang madesu yang bersembunyi di balik akun-akun anonim itu.
Ketika energi rakyat lebih banyak habis untuk marah daripada hidup dengan layak, ada yang perlu dievaluasi.โ
Bukan soal siapa yang berkuasa, tetapi bagaimana kebijakan memengaruhi rasa aman, kesejahteraan, dan harapan warga.
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?