"Belakangan ini saya punya dua pendekatan: antara mengubah gaya balap saya sepenuhnya & meniru Lewis, atau melanjutkan usaha untuk tetap dengan pendekatan saya sendiri dan menemukan cara untuk membuat mobil lebih cocok ke gaya balap saya.
"Saya memilih cara kedua untuk bertahan dengan apa yang bekerja ke diri saya sejak dulu dan menemukan solusinya dengan mobil serta semua tools yang saya punya di dalam kokpit. Saya menemukan koneksi itu kembali. Saya menemukan & belajar hal baru yang berguna untuk memahami mobil ini lebih baik lagi."
Kemenangan pertama Charles Leclerc sejak 2024 tidak datang begitu saja. Ini adalah hasil dari usahanya dalam utak-atik mobil, utak-atik driving style, sampai pertarungan batin untuk meniru Hamilton atau bertahan dengan jati dirinya sendiri.
Leclerc memilih opsi kedua: bertahan jadi diri sendiri. Mengikuti nalurinya yang sudah dibangun bertahun-tahun di Ferrari dan coba mencari cara untuk adaptasi lebih dalam di mobil 2026.
Kecepatannya sejak awal balapan sudah mengagumkan dengan bisa menjaga jarak dari Antonelli. Tentu, faktor keberuntungan bermain cukup besar dengan problem di mobil tim rival.
Tapi itu tidak bisa mengkerdilkan progress yang dibuat oleh Leclerc dari rangkaian hasil negatifnya sebelum Silverstone, sampai akhirnya bisa bangkit kembali ke podium kemenangan setelah menunggu sekian lama.
Welcome back to the top, Prince Leclerc!
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.๏ฟผ