Insurance, medical and education inflation in Indonesia are getting uncomfortably high, and this is exactly why headline CPI does not always reflect how households actually feel.
For middle-class families, the biggest recurring expenses are often not food alone, but health insurance, hospital bills, school fees and tuition, and these categories can rise far faster than the official inflation basket.
So even if headline inflation looks manageable, the lived inflation rate for a family with children, private healthcare needs and insurance premiums can feel dramatically higher.
This is also why I keep saying Indonesia’s purchasing-power problem is more complicated than simply looking at GDP growth or headline CPI.
If salaries rise 5% but education costs rise 8-10%, insurance premiums rise double digits and medical costs keep climbing, then real disposable income is still being squeezed.
The middle class does not experience inflation through the CPI basket. It experiences inflation through the bills it has to pay.
Please raise your daughters to have hobbies, interests, and academics...so when they become adults and middle-aged women they have something to talk about besides a man.
"Wah bangga ya Menkeu kita orang Kristen."
Immanuel Ebenezer
Johnny Gerard Plate
Ferdy Sambo
Lukas Enembe
Juliari Batubara
Mereka semua beragama Kristen, Bapak/Ibu yang terkasih 🙏
"Ibu-ibu jaman dulu gak ada yang kena postpartum depression"
WKWKWKWKWKWKWKKWKWWKWKW
apa lupa dulu mukulin anak sampe babak belur? gen milenial dan gen z udah langganan dipukul, ditampar, dicubit, dicambuk, sampe gesperin.
What the hell did you think that was?
Gak pernah gue sesedih ini, seharusnya pelajaran geografi jadi pelajaran wajib di Indonesia karena Indonesia itu letaknya di bentang alam ekuator dan ring of fire
We could've been a better country with good natural disaster mitigations :(((
kemarin nyimak streaming ibadah di salah satu gereja besar di Jateng, pendetanya bilang:
- "Puji Tuhan, kita punya presiden yang hebat!! "
dalam hati langsung batin:
hah .. ???? 😐😐😐
tapi kemudian disambung:
- "... hebat ... bisa membuat orang terpanggil untuk berdoa. kalau ngga presiden ini, banyak orang yang nggak mau berdoa ... ... ... dan akhirnya karena masalah yang begitu banyak, kita mau berdoa semua"
ohh 😐🙃
Bank sekelas JPMorgan baru keluarin warning serius: krisis pangan global bisa pecah tahun 2027, dan Indonesia masuk daftar negara paling rentan kena dampaknya.
Penyebabnya mereka rangkum jadi "5W": War (konflik Iran ganggu jalur kirim pupuk lewat Selat Hormuz), Weather (potensi super El Niño), Warehousing, Water, Waste. Kombinasi ini diproyeksi bikin inflasi pangan global naik dari 2,8% ke 5% di awal 2027.
Yang bikin runyam: nggak kayak minyak yang punya cadangan strategis, pupuk nggak punya buffer serupa di negara manapun.
JPMorgan bahkan estimasi pabrik pupuk yang rusak bisa butuh sampai 4 tahun buat pulih total.
Buat negara kayak Indonesia yang sebagian besar penduduknya masih alokasiin porsi besar pendapatan buat makanan, kenaikan harga pupuk otomatis nular ke ongkos produksi petani, lalu ke harga di pasar.
Ini bukan skenario kiamat pangan, tapi tekanan struktural yang bisa nge-compound kalau nggak diantisipasi dari sekarang , soal ketahanan pupuk domestik, bukan cuma soal stok beras.
Kalau ada tahun buat mulai serius mikirin swasembada pupuk, kayaknya sekarang.
Untuk saat ini, saran umum dari saya, sebaiknya jangan belikan anakmu HP sebelum mereka SMA. Jangan juga izinin punya sosmed sebelum mereka mencapai usia 16 tahun. Thank me later. 🙏🏻
i hate when parents talk about financial problems in front of their child.
trust me, hal itu bisa menghantui anak sampai besar.
apapun yang mereka lakukan, ujung-ujungnya selalu kepikiran soal uang. how to make money, how to spend less, atau gimana caranya supaya gak jadi beban banget.
padahal mereka seharusnya fokus belajar, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya.
and i know, parents are also figuring life out for the first time. i know they have their own struggles too.
but sometimes i wish they had a little more financial security, so their child wouldn’t have to carry worries that were never meant to be theirs in the first place.
Di Hari Anak Nasional ini, mari kita mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Hotman Paris yang ngespill kelakuan Bapak mereka sendiri sampai akhirnya HPH mundur sebagai kuasa hukum Jampidsus.