"Tenang, Nak," ujarnya sembari meninggalkan tempat duduknya dan pindah ke kursi sebelahku. "Om sudah sering kok, menyembuhkan orang-orang seperti kamu.
“Selamat!” ujar si MC. “Biasanya sih setelah menangkap buket, nggak pakai lama langsung menemukan cinta sejati.”
Ironis.
Bagaimana bisa aku menemukannya kalau buket ini datang dari cinta sejatiku?
“Dan akhirnya tiba waktu yang ditunggu-tunggu para hadirin." Suara MC menggelegar memenuhi wedding hall.
“Yuk bagi yang masih jomblo, merapat, kumpul di belakang mempelai supaya bisa menangkap buket yang akan dilempar. Siapa tahu bisa langsung laku," kata si MC, terkekeh.
“Tiga! Dua! Satu!” suara MC kembali menggelegar, diiringi ayunan tangan kedua mempelai dan rangkaian bunga yang melayang di udara.
Melewati belasan tangan yang menggapai, buket tersebut jatuh dalam dekapanku.
@bukanjeanice Bini gue ga pernah maksa nge-pause kok. Dia biasa biarin gue main. Tapi kadang kalo doi butuh sesuatu yang urgent ya gue rela pause demi doi.