Rahasia Gelap di Balik Kata "Cantik" pada Benda Mati
Lihat foto kue-kue ini, atau bayangkan saat kita melihat bunga mekar dan pernak-pernik ruangan. Reaksi otomatis kita seringnya sama, "Wah, cantik banget yaaa"
Tapi, giliran ngelihat gunung yang menjulang tinggi atau motor modifikasi di jalanan, sebutannya langsung berubah "Gagah nih," atau "cakep banget motornya."
Pernah kepikiran nggak, Kawan, kenapa benda mati yang tidak bernyawa ini bisa seolah-olah punya gender? Padahal bahasa Indonesia aslinya nggak mengenal pembagian gender untuk kata benda.
Ternyata, tanpa sadar kita sering ngasih label lewat kata sifat. Kalau bentuknya manis, banyak ornamen, dan bikin mata nyaman, pasti otomatis masuk kategori feminin. Sebaliknya, sesuatu yang besar, kokoh, dan seolah mendominasi ruang, langsung kita beri label maskulin.
Kebiasaan ini sebenarnya berakar dari sejarah yang cukup panjang loo. Jadi selama berabad-abad, nilai seorang perempuan sering kali diukur dari seberapa enak ia dipandang mata. Kebiasaan menilai dari wujud visual ini pelan-pelan nempel pada cara kita melihat benda mati. Sesuatu yang pasif dan dibuat khusus untuk memanjakan mata pengamatnya, akhirnya secara otomatis kita panggil "cantik".
Menariknya, Kawan, kebiasaan ngasih label feminin pada benda mati ini nggak hanya berlaku untuk barang-barang mungil, tanaman, atau makanan manis aja. Ada skala yang jauh lebih raksasa dari ini.
Kamu tau nggak?? Di dunia pelayaran global, kapal perang sebesar apa pun yang isinya meriam dan terbuat dari baja keras selalu dipanggil menggunakan kata ganti perempuan ("She" atau "Her"). Alasannya?
Kapal dianggap sebagai sosok yang mengasuh, melindungi, dan membawa kehidupan para awaknya, persis kaya filosofi seorang ibu. Walaupun ironisnya, "perempuan" baja raksasa ini ujung-ujungnya tetap dikendalikan penuh oleh seorang kapten laki-laki.
Tapi, kalau kapal laut diberi label "perempuan" karena perannya yang melindungi, benda-benda di sekitar kita yang telanjur dicap "cantik" tadi justru punya nasib akhir yang bertolak belakang.
Ada lagi, fakta paling getir dari sesuatu yang kita puji-puji kecantikannya (seperti kue ini) adalah mereka diciptakan seindah mungkin justru untuk dihancurkan.
Kita sibuk memuji detailnya, mengambil fotonya dari sudut terbaik, dan mengagumi warnanya. Namun setelah itu? Kita memotong dan melahapnya sampai tak bersisa. Tanpa sadar, ini adalah cerminan yang lumayan kelam "sesuatu dipoles sebegitu rupa hanya untuk berakhir sebagai komoditas yang habis dikonsumsi".
Sebuah kebiasaan berbahasa sehari-hari yang ternyata menyimpan cerita sejarah dan sisi gelapnya sendiri.
Nah, Kawan, setelah menyadari hal ini, kira-kira benda mati apa lagi di sekitar kita yang diam-diam selalu kita beri "gender" tanpa kita sadari? Coba bagikan pandangan kalian, mari kita diskusikan di bawah.
Fun Fact
Indonesia itu sebenarnya kaya raya, buktinya aja
Biaya training kopdes
- 30 juta belajar bela negara
- 15 juta pelatihan koperasi
total biaya 45 juta/orang selama 1,5 bulan
Biaya MBG
- 1,2 triliun/hari
- 335 triliun/tahun
Tapi, 2 program itu sudah menyedot terlalu banyak anggaran, sampai beberapa daerah dilaporkan akan merumahkan/non-perpanjang kontrak PPPK-nya:
- NTT = 9.000 jiwa
- Bangka belitung = 4.500 jiwa
- Sulawesi Barat = 2.000 jiwa
Bahkan kemarin, PPPK Maluku Utara melakukan demo karena mereka menolak dirumahkan serta menolak pengurangan gaji
kadang gw pengen mengajak orang2 berpikir sekular. karena moralitas pun sebenarnya tidak harus dari agama.
tapi ya gimana ya. masih banyak orang2 di sini yang berbuat baik mainly demi pahala atau karma. kalau gak ada itu, langsung merasa bebas berbuat jahat.
At the end of the day, guys, kalau lu orangnya masih percaya Tuhan, tolong hargai hak hidup semua makhluk Tuhan. Lu ga perlu merasa berhak menghakimi hidup orang lain, lebih suci dari orang lain, merasa lebih baik dari orang lain, jangan, rasa sombong itu yang bikin lu jadi keji
[fun fact] ngerjain liputan laptop si unyil emang cuma 2 orang aja. pernah sekali kebagian edisi ramadhan, keliling jawa tengah, ugal2x-an naik turun mobil, keluar-masuk pawai, dari balaikota ke masjid agung, mainin boneka di tangan kiri & kanan, bener2x pengalaman yang tak terlupakan.
coba besok dakwahnya soal pedofilia, pelecehan seksual di lingkungan pesantren, sama apa hukumnya menculik aktivis ham sampai dipecat sama mertua sendiri
TOLONG YA KALI INI GUE MARAH.
temen2ku bantu deh viralin kasus ini, tutup deh kalo bisa itu pesantrennya, gila banget ya Allah, ga kebayang kalo itu adikku tu orang udah abis🤬
Kata psikologi (anjay) ini valid wkwk
No I’m serious. Atribut sosial kita tuh BANYAK banget. Role kita tuh BANYAK banget.
Do some hobbies, stan idols, draw something, exercise, start learning to cook, anything that doesnt define you in a singular sense.
Org indo lebih takut sama cowok sama cowok dan cewek sama cewek yg pacaran dibanding hidup miskin melintir melarat di negara yg udh di ujung tanduk begini wkwkwk. Dongo emg, udhlah miskin, nganggur, malah ngurusin idup orang
orang indo ini hatinya lembut, gampang banget kasian sama orang, tapi orang yang dikasianin itu elit politik, pemerintah, public figure, orang kaya, dan orang-orang jahat, giliran ke minoritas teriak-teriak nyuruh mati