Momen saat seorang guru antar anak murid menyebrang sungai, kala kondisi hujan, ditakutkan debit air di sungai meninggi.
Embegok digalakkan, fasilitas jor joran, sampai kaus kaki aja kepikiran, biayanya mencapai triliunan, tp pembangunan jembatan sebagai akses penyeberangan umum, tak juga kedapatan jatah utk dibangun.
Anomali di pilpres Indonesia
Mereka menyebut jangan pilih Anies, nanti Indonesia di yamankan
Terus pilih Prabowo supaya di Israelkan.
Selamat ya voters 02 kalian sudah jadi antek antek Israel
Ironi sumber air warga yang tercemar akibat eksploitasi nikel, melibatkan salah satu orang terkaya di Indonesia, militer, hingga kekuasaan.
Separah apa kondisinya? Saksikan selengkapnya dalam Serial Eps. 33 "Prahara Nikel" produksi @idbaruid kolaborasi @GreenpeaceID
Sudah tayang di YouTube Indonesia Baru.
Sungguh beresiko tapi demi masa depan mereka tetap berjuang untuk menggapai cita-citanya. Tetap berjuang dek kelak besar nanti jadilah pejabat bangun jembatan yang kokoh.
Pertanyaan ini di Indonesia bukan ya serius Nanya 🤭😁🤭🙏
Di hukum internasional, ruang udara itu beda banget sama laut. Di laut, kita kenal istilah Innocent Passage (Hak Lintas Damai) berdasar UNCLOS. Artinya, kapal militer asing boleh lewat laut teritorial kita asal nggak macem-macem.
TAPI, di udara, tidak ada yang namanya Hak Lintas Damai! Menurut Konvensi Chicago, ruang udara di atas daratan dan perairan negara adalah kedaulatan mutlak dan eksklusif. Pesawat sipil asing saja harus punya izin melintas, apalagi pesawat militer.
Soooo mengizinkan sistem blanket overflight untuk armada tempur asing sama dengan mendelegasikan sebagian kedaulatan mutlak negara ke tangan negara lain.
Ini adalah privilese yang biasanya hanya diberikan kepada negara sekutu terikat pakta pertahanan (seperti NATO), bukan kepada negara berstatus Non-Blok.
Kalau Indonesia sampai ngasih ini ke AS, secara teknis kita telah me-redefinisi ulang arti kata kedaulatan dalam konstitusi kita sendiri.
Aceh masih belum pulih, minhum pagi ini ketemu jembatan yang masih rusak dan belum diperbaiki 🥺
Mari teruskan kebaikan bersama Humanies Project melalui:
https://t.co/hOCtjU1Vnn
atau
BRI 118501000499563
(Yayasan Huma Inisiatif Indonesia)
Plot twist paling nyesek: yg bikin masa depan bangsa… malah blm punya masa depan yg aman.
Bayangin tiap hari jalan kaki berkilo-kilo buat ngajar lewat bukit lembah sungai
Puluhan taon ngasih ilmu. Nyalain mimpi anak orang laen
Tapi realitanya?
Di Indonesia msh ada ratusan ribu sampe lebih dari 1 juta guru honorer.
Dan bnyk dari mereka cuma digaji Rp300 rebu – Rp1 juta per bulan.
Iya… kadang cuma cukup buat beli beras.
Mereka ngajarin kita mimpi setinggi langit,
tapi hidup mereka sendiri msh dipaksa bertahan di bawah garis layak.
Ini bukan drama. Ini realita pendidikan kita.
---end
Kali guru aja blm sejahtera, gmn nasib masa depan muridnya nanti?
Menurut lo… sampe kapan hal kyk gini dianggap normal? 💔
guys, tolong jgn lupain Aceh ya😔
mereka belum pulih dr banjir oktober tahun lalu, sekarang kena banjir lagi yaAllah yarabb gue ga sanggup liatnya…
tolong kuatkan mereka dan balaslah org org berwenang yg dzolim yaAllah 😭
Dari MBG kita jadi tau bhwa negara sebenarnya punya cukup uang dan punya kemampuan utk mensejahterakan kehidupan guru terutama guru honorer.
Dan juga mampu utk memperbaiki sekolah2 yg rusak.
Tapi negara tdk punya kemauan dan lebih memilih bagi2 proyek !
Nampak rumah guru honorer yang tak layak dengan kondisi yang hampir roboh, bahkan pernah tertimpa pohon. Ia telah mengabdi selama 25th, setiap hari ia harus jalan kaki menempuh jarak 9 km dengan penghasilan tak kurang dari 800ribu perbulan untuk mengajar mencerdaskan anak bangsa.