kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Tolong ya, jangan jadi manusia yang buat orang lain resign tanpa backup plan, gak nafsu makan, menarik diri, asam lambung naik, dll. Hidup cuma sekali please be nice ke orang yang masih sesama kerja dari orang lain.
apply loker → isi data panjang 😭
online test → belajar lagi 😭
FGD/LGD → muter otak 😭
interview → riset & latihan 😭
MCU → puasa, jarum, buka pakaian 😭
dan itu semua berlaku untuk SEMUA loker… sekarang bayangin kalau apply-nya ratusan…
JYUJYUR HAYATI LELAH🙂🙂🙂
*tapi akan tetap kulanjutkan apply-apply brutal itu…
Pagi ini burnoutnya berasa banget. Kayak gue tiba2 siap resign dan daftar LPK aja, alias mending jadi buruh kasar di negara orang daripada di negara sendiri kerja mikir tapi gaji umr 🫠 in this economy
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, “Lihat, berarti program ini berhasil.”
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
sebagai fresh grad yang masih menggebu-gebu ngejar company gede, kalian tahu nggak se-nggak masuk akal apa lowongan top company sekarang?
- lulusan top campus
- jurusan tertentu, kalau beda otomatis gugur
- IPK minimal 3,5
- fresh graduate dipersilakan, tapi diutamakan punya pengalaman magang
- diutamakan punya pengalaman relevan minimal 1 tahun
- punya pengalaman organisasi, preferably pernah jadi leader
- fluent in English, lebih bagus lagi kalau bisa Japanese/Mandarin/dll
- achievement (award, honors, scholarship, teaching experience, international exposure, etc)
- PALING GONG: wajib isi kontak perusahaan sebelumnya (manager). bjir, gue cuma magang, yakali kasih nomor manager😭
DEMI APA, mostly kualifikasi itu sebenarnya gue punya. secara administrasi juga sering lolos.
TAPI BELUM REZEKI.
Kenapa? karena selalu mentok di user interview😭
Iya, gue sadar mungkin skill gue masih harus diasah. Tapi kadang mikir juga, sebenarnya yang diharapkan dari fresh grad dengan pengalaman magang itu apa sih? Skill se-dewa apa yang diminta?😭😭😭
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻
Aku harap, aku bisa kerja dengan gaji yang layak dan cukup, jam kerja yang wajar, tidak ada lembur2an, lingkungan ga toxic, atasan yang ramah, bisa beribadah dengan bebas, cuti dipermudah, libur di weekend dan tgl merah. Aamiinnn
ruang gagal sempit + strict parents 💀
dari sd selalu takut dapet nilai di bawah 90 karena langsung dicap gagal, rank 2 dibilang payah, masih kuliah tp dituntut punya penghasilan sendiri
to think that i have gone thru that all as the eldest daughter, ive done well