JODOH ITU TAKDIR MUALLAQ
karena jodoh itu harus ada ikhtiar dan usaha nya. Bagus jika kedua nya bisa berjalan dengan baik atau terjadi di salah satu nya.
Ikhtiar paling standar itu adalah DO'A, dan usaha paling baik adalah MELAMAR dan MERENCANAKAN PERNIKAHAN.
Takdir Muallaq itu masih bergantung sesuai dengan bagaimana IKHTIAR HAMBANYA.
"cinta itu tdk dapat dinanti, ambil dia dengan penuh keberanian atau lepaskan dia dengan penuh keridhoan"
Komunikasi asertif ke pasangan itu bukan berarti "berani ribut".
Intinya cuma satu:
Kamu bisa menyampaikan kebutuhanmu tanpa menyerang dia, dan tanpa mengecilkan diri sendiri.
Yang sering ketuker tuh 3 gaya ini:
- PASIF: “Gapapa deh.” Padahal kesel.
- AGRESIF: “Kamu sih selalu gitu.”
- ASERTIF: “Aku kesel. Aku butuh kamu dengerin dulu.”
Kalau bingung mau mulai dari mana, pakai rumus sederhana ini:
“Aku merasa [EMOSI] pas kamu [KEJADIAN] karena [ALASAN]. Aku butuh [SOLUSI].”
Contoh simpelnya:
"Aku merasa diabaikan pas kamu main HP waktu aku lagi cerita, karena aku butuh didengerin. Boleh gak 10 menit tanpa HP dulu?"
Jelas, gak muter-muter, dan gak nyerang karakter.
Yang bikin hubungan makin panas itu biasanya kalimat-kalimat racun kayak:
• "Kamu gak pernah ...."
• "Kamu tuh selalu ...."
• "Yaudah terserah."
Atau diam lama, lalu meledak.
Coba ganti jadi kalimat yang lebih manusiawi:
• BUKAN "Kamu cuek banget", TAPI "Aku butuh kabar singkat kalau kamu pulang malam."
• BUKAN "Kamu gak peduli", TAPI "Aku lagi butuh dipeluk, bukan dinasihatin dulu."
• BUKAN "Terserah kamu aja", TAPI "Aku lebih nyaman opsi A. Kalau kamu gimana?"
Dan ini yang sering kelewat: asertif itu dua arah.
Saat pasanganmu yang ngomong, jangan langsung defensif: "Lah, maksudku tuh gak gitu!"
Coba dengerin dulu, terus validasi: "Oke, jadi yang kamu butuhin sekarang itu [X] ya?"
Karena yang bikin adem itu bukanlah pembelaan diri. Cukup kepastian bahwa dia merasa didengar.
Tujuan komunikasi asertif adalah menjaga dua orang tetap berjalan searah, sambil tetap memberi ruang menyampaikan kebutuhan tanpa harus mengorbankan dirinya sendiri 😊
Jika ditanya, apa hadits yang paling berbekas di hati, selalu ku jawab; sabda Nabi pada Ibnu Abbas yang masih kecil.
Pesannya pada anak kecil, tapi dalam, "Sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan."
aku jadi inget temenku yg cowo pernah bilang gini
"ini ga semua cowo ya, tapi kebanyakan cowo kalo dari awal ga pernah dituntut apa-apa, selalu dimaklumi dan selalu diterima apa adanya sama pasangannya, yang ada malah semakin gatau diri."
alpha bertanya, milenial menjawab.
👦🏻: “ayah, maulid nabi itu apa?”
👱🏻♂️: “maulid nabi itu peringatan hari kelahiran nabi muhammad ﷺ, nak.”
👦🏻: “oh…”
anakku mengangguk pelan. gak banyak bertanya lagi. lalu masuk ke kamar.
beberapa menit kemudian…
👦🏻: “ayahhh… bunda… lihat, aku bikin surat.”
Aku punya trik meredakan amarah.
Caranya cukup unik.
Dan butuh latihan.
Ini dapat dari psikiater langsung.
Jadi manusia itu punya "suara ketiga", yaitu sosok antara kamu dan emosi.
Simpelnya gini:
Kalau kamu lagi bahagia, kamu bakalan larut sampai kamu membatin, "Aku bahagia gini karena apa ya."
Nah, "Aku bahagia gini karena apa ya" itu adalah suara ketiga. Di sini kamu bakalan melihat diri kamu dan emosi dengan lebih netral.
Termasuk saat kita marah.
Kalau kamu sanggup menginterupsi amarah dengan "suara ketiga", maka amarahmu akan lekas mereda.
Misalkan saat marah, ambil napas dan waktu. Jangan buru-buru bereaksi. Munculkan suara ketiga:
"Kok aku marah ya? Aku marah karena apa?"
Aku buktikan sendiri, kepala jadi cepat dingin.
Seketika sisi rasional kita mengambil alih. Menjauhkan emosi untuk menguasai diri.
Nah, itu dia kenapa butuh latihan. Awal-awal memang sulit. Tapi kalau udah terbiasa, suara ketiga ini lebih mudah dimunculkan 😊
pernah lihat cowok yang benar-benar tulus?
aku pernah.
omku sendiri.
dulu beliau cerai sama istrinya.
tapi penyebab perceraian itu nggak pernah diceritain ke siapa pun.
alasannya cuma, "udah nggak cocok" atau "nggak kuat LDR."
nggak lama kemudian, mantan istrinya menikah lagi.
anaknya ikut tinggal sama ibunya dan ayah sambungnya.
meski begitu, omku tetap memenuhi semua kebutuhan anaknya, dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan lainnya.
memang, karena nggak tinggal serumah, anaknya jadi lebih dekat sama ayah sambung.
bahkan waktu masih SD, anaknya sempat benci sama omku karena mengira omkulah penyebab perceraian.
padahal kenyataannya bukan begitu.
seiring bertambah usia, hubungan mereka mulai membaik.
anaknya juga sudah nggak membenci omku lagi.
sampai sekarang omku masih sendiri.
fokus kerja dan mengurus anaknya.
keluarga sudah beberapa kali mencoba menjodohkan, tapi selalu ditolak.
ternyata baru belakangan ini kami tahu alasan sebenarnya.
mantan istrinya mengaku dulu berselingkuh dengan laki-laki yang sekarang jadi suaminya.
ironisnya, perselingkuhan itu sekarang berbalik menghantuinya.
katanya, suaminya sekarang juga beberapa kali ketahuan selingkuh.
akhirnya dia datang meminta maaf ke omku.
bahkan sempat berharap bisa balikan.
tapi omku menolak dengan baik.
sekarang beliau hanya menganggap mantan istrinya sebagai teman.
ternyata selama ini omku yang memilih memendam luka dan menjalani hidup sendiri. 😇
Kalian tau ga sih sebenarnya kita uda masuk ke dalam ( generasi ) surah Maryam Ayaat 59 :
Surah Maryam ayat 59 menggambarkan datangnya generasi buruk pengganti orang-orang saleh, yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsu. Akibat perbuatan tersebut, mereka akan menemui kesesatan, kebinasaan, atau lembah neraka yang disebut Ghayya.
Ayat ini menjadi peringatan keras untuk menjaga ibadah dan tidak mengikuti keinginan syahwat.
Tidak ada pekerjaan yg mudah, tapi menjadi pengangguran pun tidak enak.
Menikah itu rumit, tapi melajang pun tidak selamanya menyenangkan.
Merantau itu berat, tapi diam di rumah pun juga tidak mudah.
Belajar itu melelahkan, tapi kegagalan pun sama sekali tidak indah.
Mempertahankan hubungan itu sulit, tapi memutuskannya pun bukan berarti lega.
Bahkan proses memantaskan diri menjadi lebih baik itu jalannya terjal, namun diam stagnan di tempat pun bukan pilihan yang tepat.
Pada akhirnya, setiap jalan itu melelahkan. Namun, jiwa cerdas yang sesungguhnya adalah keberanianmu untuk memilih lelah yang memang pantas diperjuangkan.
100% setuju. The power of nongkrong.
Berlaku juga di bidang kesehatan mental.
Karena itu juga termasuk saya, yang berkarya di kesehatan mental, dan termasuk psikolog, psikiater, konselor… perlu luangin waktu di luar sesi konseling, buat nongkrong ngobrol sama orang-orang di luar bidang kesehatan mental.
Banyak dengerin hal baru itu selain memperluas POV, juga bikin menyampaikan ilmunya lebih membumi.
suka atau tidak laki2 memang dinilai dari dia bisa provide atau tidak, baru hal yg lainnya.
calon mertua akan melihat pekerjaan kita, penghasilan kita, mampu enggak menafkahi anaknya?
istri & anak kita secinta2nya mereka ke kita, tetap aja senyum dan kehangatan akan hadir setelah perut mereka kenyang.
anggap saja "kutukan" ini adalah bentuk kemuliaan dari Tuhan untuk kita para laki2 agar bisa terus berkembang baik dari skill, ilmu, pengalaman, knowledge dll.
semangat ya para perintis dan penjuang nafkah!
Pekerjaan haram gajinya lebih tinggi daripada pekerjaan halal. Padahal kalau upah pekerjaan halal lebih tinggi, maka tidak ada orang yang terpaksa melakukan pekerjaan haram untuk memenuhi kebutuhannya.
Orang Indonesia suka pamer kenalan.
Ini karena:
> Business in Indo runs on gossip.
> Access to gossip is limited to ordal.
> Harus pamer kenalan biar diterima ordal.
People who often say “Gua baru ketemu X” are status-signaling.
They want to show that they're in the circle and know confidential information.
People who are not in the circle must network for access.
Main padel, ikut2 happy hour, etc -- semua jadi ritual to mingle with those in power.
In an opaque system, who > what you know.
Welcome to Indonesia.