date cancelled lg meetup sama cowo yg dikenalin sm temenku trs lg ngomongin dollar yg 18rb
🧑🏻: pusing ga sih dollar sekarang 18ribu naiknya banyak banget, aku nyesel milih 02 kemarin
gw : HAH? km milih 02?
🧑🏻: lah? emang ada yg ga milih 02?
gw : kan bisa pilih yg lain...
🧑🏻: masa aku mau milih yg lain
gw langsung DIEM DISITU TERSENYUM GETIR MONYED
Purbaya: "Saya Tahu Alasan Rupiah Melemah, Bisa Perbaiki Dalam Semalam, tapi saya bukan bank sentral"
Ferry Latuhihin: "Purbaya mengincar posisi gubernur BI. Busuk lho ini orang"
Purbaya Ferry Latuhihin
1M mau buka bisnis apa ???
Raffi ahmad aja salah satu bisnisnya bersama rudy salim menelan biaya sekitar 5T 😁
Menurut kalian gimana guys?
Ini mah lebih cocok jadi sales daripada jadi ceo🤡
sc:threadsnaresaaaera
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Sedih banget perkara jagung rebus 😭 Pak Presidenku, andai beliau tau rasanya jadi rakyat kecil🥹 Sore-sore motoran sendirian, inget beberapa hari ini pengen banget jagung rebus, ketemulah di stadion manahan. Baru berhenti langsung dapet senyum dari bapaknya ☺️
Aku : Berapa pak?
Penjual : 10rb ya neng, nanti saya kasih 5.
Aku : Iya pak. Saya foto ya pak, saya pencinta jagung.
Bapaknya dengan senang hati. Aku bayar bilang makasih lalu pergi. Mampirlah ke SPBU manahan, beli bensin lalu ingat kalo
Inget kalo punya jagung 5 biji, ngide ngasih ke mas-mas SPBU.
Aku : Jagung mau mas?
Mas SPBU : Mau mbak kalau di kasih.
(Pas buka plastik kaget, kok dapet 6 biji😭) Apa karna aku tadi foto jagungnya, atau karna bilang pencinta jagung makannya sama bapaknya di lebihin. Ayo dilarisin wargaaa, semoga bapaknya lancar rezekinya 🙏🏻
Ayo guys ramein🥹🙏🙏🙏
sc:threadsriaputria
Jadi rumornya gini
Pur mau digeser ke BI
posisi menkeu ditawarkan ke dede
tapi dede ngajuin sarat2 salah satunya hapus MBG
Tentu wowo ilfil dan akhirnya batal deh
makanya kalo rakyat bayar pajak duitnya ga di makan sendiri. puterin lagi buat bangun negara
lu yg korupsi kita yang susah. jgn mati dulu... minimal sengsara dunia baru besok di neraka.
Guys, udah pada tau bekum nih?
Baru-baru ini Ketua Komisi XI DPR bilang pemerintah harus lebih agresif ngejar penerimaan pajak supaya kemampuan bayar utang negara tetap terjaga.
sekali lagi dewan perwakilan rakyat
menyuruh pemerintah agar lebih tegas
dan berani dalam mempajaki rakyat
Soalnya utang pemerintah terus naik dan sekarang nilainya sudah tembus ribuan triliun rupiah.
Yang bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa solusi yang sering dibahas selalu nambah penerimaan pajak?
Padahal di sisi lain masyarakat sudah menghadapi banyak tekanan ekonomi, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, biaya kesehatan, sampai daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
mereka ini perwakilan rakyat bukan sih?
Guys, ada netizen yang cerita pengalamannya habis belanja di Kopdes dan cukup bikin mikir.
Awalnya dia datang dengan ekspektasi bakal dapat harga lebih murah dibanding toko sekitar. Maklum, selama ini narasinya kan Kopdes hadir untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal.
Tapi setelah belanja, menurut dia harganya kurang lebih sama saja, bahkan ada beberapa barang yang bisa ditemukan lebih murah di tempat lain.
Yang bikin dia heran, suasana tokonya sepi banget. Katanya pas masuk langsung disambut beberapa pegawai dan ada aparat TNI yang berjaga yang siap melayani.
Sampai dia bercanda, rasanya lebih ramai jumlah pegawainya daripada jumlah pembelinya.
Terus ada hal lain yang bikin pengalaman belanjanya agak ribet. Banyak rak belum dilengkapi label harga, jadi hampir setiap mau ambil barang harus tanya dulu ke pegawai. Akhirnya bolak-balik nanya harga satu per satu.
Menurut dia juga, barang yang dijual mayoritas produk pabrikan yang biasa ditemukan di minimarket. Barang UMKM lokal yang sering disebut-sebut belum terlihat.
Bahkan Minyakita yang biasanya dicari masyarakat juga tidak tersedia saat dia datang. Variasi barangnya pun menurut dia masih kalah lengkap dibanding warung Madura di dekat rumahnya.
Nah yang jadi pertanyaan besar sebenarnya sederhana. Kalau harga tidak lebih murah, pilihan barang tidak lebih lengkap, dan pengalaman belanja belum lebih praktis, apa alasan masyarakat harus beralih belanja ke sana?
Karena pada akhirnya masyarakat itu sederhana. Mereka nggak peduli nama programnya apa, siapa yang meresmikan, atau berapa besar anggarannya. Yang mereka lihat cuma: lebih murah nggak, lebih lengkap nggak, dan lebih mudah nggak.
Kalau jawabannya belum, ya jangan kaget kalau orang tetap memilih belanja di tempat yang selama ini sudah mereka percaya.
toko tidak hidup karena banyak seremoni atau banyak pegawai. Toko hidup karena ada pembeli yang datang lagi, lagi, dan lagi karena merasa lebih untung belanja di sana.
@aniesbaswedan Aneh kalau kredibilitas seseorang hanya dihitung dari masa jabatannya. Rekam jejak presiden ketiga yg hanya menjabat satu tahun lima bulan bisa memperkuat mata uang IDR dari 16rban ke 6rban terhadap USD.
dulu gw heran bgt tau kalau ada orang bilang males makan, kayak kok bisa males makan??? makan doang loh???
sampe akhirnya something hit me so hard, got stressed sampe bangun buat makan aja males berasa gada tenaga, emang kita tuh gakan ngerti suatu hal sebelum ngalamin sendiri
Kasus One Hundred makin rumit. MBC 'PD Notebook' menyoroti vila mewah yang ditempati Lee Seung-gi dan Baekhyun dengan deposit Jeonse mencapai 10,5–16 miliar won. Menurut pakar properti, strukturnya mirip modus yang kerap muncul dalam kasus penipuan Jeonse: nilai properti dan deposit dinaikkan setinggi mungkin, lalu dijadikan dasar untuk memperoleh pinjaman dalam jumlah besar.
Pihak Lee Seung-gi mengaku awalnya menolak pindah, namun terus dibujuk oleh Ketua Cha Ga-won. Setelah pindah, mereka disebut diminta membayar deposit lebih dari 3 kali lipat dari angka yang awalnya dibahas dengan alasan hasil penilaian vila mencapai 16 miliar won. Sementara itu, pihak Baekhyun mengklaim belum menerima pembayaran penyelesaian maupun biaya kontrak eksklusif.
Cha Ga-won membantah seluruh tuduhan dan mengatakan dirinya secara pribadi telah membayar bunga pinjaman perumahan para artis selama 3 tahun terakhir tanpa menggunakan dana perusahaan.
Namun, 'PD Notebook' juga mempertanyakan aliran dana investasi dan pembayaran yang belum diselesaikan, dengan total dana yang disebut mengalir ke One Hundred dan afiliasinya mencapai sekitar 115 miliar won.
-------------------
Based on article by SBS Entertainment (Reporter Kang Kyung Yoon)
Indonesian summary by jeongjeonginuna
https://t.co/viZsmp5ont