Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!
Sementara jalur “orang dalam” tingkat dewa: Gak lulus S1 pun langsung dapat kursi komisaris + gaji puluhan juta + fasilitas.
Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun?
Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar.
Sistemnya emang sengaja dibikin begini.
Kalian masih percaya BUMN bisa diperbaiki dari dalam?
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Yang ditemui Pak Wapres ini perwakilan Mahasiswa dari mana sih? Kok ga ada yang jaket kuning?
Pas nonton video salah satu perwakilan mahasiswanya diwawancarai wartawan, kaliatan mahasiswanya agak kurang siap 😁
Video di reply.
Ternyata begini detik² si kang omon² dicopot dari jabatan Pangkostrad atas perintah Presiden B.J. Habibie. Kisah ini tertuang dalam buku Detik² yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) karya Habibie, yang kemudian dirangkum oleh Kompas.
"Giliran prabowo kena sentil Pak Amien Rais. AR menyarankan agar microphone dijauhkan dari prabowo biar tidak bicara gak bermutu"
Ngakak banget woelah, senin-jum'at, Pak Amien minta agar first lady teddy dijauhkan dari wowo 🤣🤣
"Jadi, menurut mas kalau wartawan gak kompeten?"
Gue yang kuliah Jurnalistik dan 4 tahun di media mainstream sepakat wartawan emang gak kompeten soal gizi. Jangankan kepala BGN, itu wartawan yang jadi menkomdigi dan wamenkomdigi juga gak kompeten.
Mikir dong bir jubir! Sini sebut siapa eks wartawan yang kompeten dan kerjanya benar di kabinet Prabowo? Ora ada!