seharusnya lo 02 voters tuh ikutan marah sih karna presiden pilihan lo kelakuan nya ternyata bikin negara mau ancur, instead of turning into wowo dickriders acting all delusional like nothing’s wrong and like this country ain’t going to shit under his presidency
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Peluk jauh untuk mereka yang sedang in a phase of trying to make peace with all the disappointment, without having to blame anyone for the pain they’re feeling. Itu memang salah satu tahap paling berat dalam life, but trust me and believe, you will get through this.
Banyak orang lagi silent struggle. Keliatanya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. Padahal deep down-nya lagi capek-capeknya bertahan.
So, be kind. Always. Kita ngga pernah tahu seberapa berat dunia seseorang hari ini.
Normalisasi tidak prengat-prengut ke orang yang gak tahu apa-apa. Mood lu urusan lu, being nice to everyone adalah sebuah adab. Everyone is having their own battle, not only you. Jadi jangan merasa si paling sibuk, paling merana, paling hectic, paling stres.
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
BTW idk what happens and this might be out of context, but having a boyfriend that STILL WANTS to talk to us (in an active relationship), is not something to be grateful ya, it’s something to be addressed.
alias what kind of boyfriend does that???
Ketika gw mulai jadi sandwich gw suka mengeluh kenapa harus gw semua yang nanggung.
Sekarang gw minta ke Allah, klo emang gw yang harus nanggung hidup banyak anggota keluarga gw, yaudah, limpahin semua rezeki mereka ke gw biar nanti gw yang bagi ke mereka.
Dan gw juga minta, kalau memang diizinkan lewat gw, tolong rendahkan selalu hati ku ya Allah.
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
temen temen, kalian udh sampe di fase mantan kalian tunangan/nikahan blm?
pgn tanya, rasanya gmn, soalnya aku jujur udh ngga ada rasa sm mantanku, tp kaya ada perasaan aneh aja gitu😞