dari dulu nahan diri buat ga misuh gini tapi akhir akhir ini mulai capek banget banggg, mana mereka juga mulai nagihnya ke gue jg saking dablek nya bapak, ke rumah juga lagi. ya allah apa iya ada sekumpulan orang yg emang deserve dapat situasi semacam ini, ya
setelah ibu ga bisa terus jadi safety net, sekarang ke anak. alhasil kalau pengen apa gue tahan tahan semuanya karena ya tahu keluarga gue punya utang dan ngerasa ikut terikat juga. ga judol ga selingkuh, tapi ngutang, ga ada usaha apa apa
kapan coba keluarga gue bisa keluar dari lingkaran setan yang namanya utang itu. punya bapak disfungsional yang dari dulu gantungin semuanya ke ibu tuh berat banget
Sebuah ironi sunyi, melihat pria merasa menaklukkan dunia hanya karena mampu membeli atap, lalu bertanya angkuh, "Selain rahim, apa yang kau bawa?"
Kau menanam benih sekilas embun, tapi dia meretas tubuh dan bertaruh nyawa sembilan purnama. Kau bisa membeli pilar kokoh, tapi istana tanpa telinga yang mendengar hanyalah pusara megah.
Jika cintamu cuma hitungan neraca "aku beri harta, maka kau harus tak bersuara", pelihara saja undur-undur dan kelomang di dalam toples kristal. Undur-undur akan selalu berjalan mundur menuruti egomu, dan kelomang bahkan sudah menggotong rumahnya sendiri tanpa perlu kau repot membelikannya. Mereka jinak, bisu, dan tak banyak menuntut.
Tapi saat kelak kau menua dan rapuh, undur-undur itu cuma bersembunyi di balik pasir, dan kelomang hanya akan meringkuk pengecut di dalam cangkangnya. Tak ada jemari lembut yang merawat, tak ada doa di sepertiga malam yang mengetuk langit. Karena harta bisa ditransaksikan, tapi rasa "pulang" tak dijual di etalase manapun.