Sargio alias CEO akhirnya nunjukin rumah mewah nya terbaru pas live bareng sang kekasih, katanya sih itu rumahnya sendiri sembari jualan sambal 🤭
etapi kok ada yg aneh ya hmm 😂
Slalu mencoba untuk ga jadi antagonis walaupun kadang orang suka melakukan sesuatu hal yang bangsatisme supaya sisi antagonis gw muncul. Jeleknya Gemini tuh mirroringnya 1000% 🙂↔️🙂↔️🙂↔️
Semua orang punya sisi munafik, aku juga, you too. Hidup didunia fana ini isinya luka yang muter terus. Kadang kita yang kena, kadang tanpa sadar kita yang jadi sumbernya. Jadi jangan ngerasa paling tersakiti, karena di cerita orang lain, bisa aja kita yang jadi peran antagonisnya. Stay humble, less drama. Self-awareness is way cooler than playing victim.
Ver el documental de Rafa me ha hecho llorar. No solo por todo lo que ha vivido, sino porque representa una parte muy importante de mi historia.
Rafa significa mis inicios, el motivo por el que empecé a jugar al tenis y la persona que me hizo creer que los sueños podían hacerse realidad. Gracias a él aprendí a soñar en grande cuando era solo una niña.
Lo que ha dejado en este deporte es simplemente inexplicable. Su legado permanecerá para siempre, no solo por todo lo que ganó, sino por la manera en que inspiró a toda una generación.
Siempre me sentiré agradecida por haber podido vivir y compartir momentos como este. Como echo de menos verle jugar… Y sí, es mi habitación… sigo siendo una fan, y siempre lo seré.
🥹❤️
Capek banget ama @ShopeeID
Baru ngerasain kalo emang sebener2nya ni market place tuh emang ribet dan merugikan baik seller maupun buyer. Padahal adminnya udah mahal banget.
Kronologinya:
Gw pesen makanan anabul, Cesar, sekitar 30 kaleng, seharga 400rb. Lumayan ya (cont)
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Ini soal sistem militer yang lagi dilipet seenaknya.
Begini faktanya:
Bagi lulusan Akmil 2011, seharusnya baru layak Letkol sekitar 2034.
Teddy adalah lulusan Akmil 2011, 2026 udah Letkol.
Loncat 8 tahun!!!
Dan ini bukan sekali.
Naik pangkatnya pakai istilah ajaib:
“kenaikan reguler dipercepat”
yang bahkan dikritik analis militer kayak Selamat Ginting sebagai gak ada dalam aturan TNI.
Masalah makin serius:
UU TNI cuma izinkan perwira aktif isi 10 jabatan sipil.
Seskab? Gak masuk.
Artinya?
Kalau mau jadi Seskab, harusnya mundur dulu dari TNI.
Tapi ini enggak.
Lebih aneh lagi:
Jabatan Seskab setara eselon 2.
Harusnya minimal Brigjen.
Sekarang malah cukup Letkol.
Belum cukup syarat, tapi sudah duduk.
Sementara itu:
Perwira lebih senior,
lebih lengkap pendidikan,
masih ngantri.
Pesan yang dikirim ke dalam TNI jelas:
Prestasi kalah sama kedekatan.
Kalau ini dibiarkan,
yang rusak bukan cuma satu orang.
Yang rusak: sistem.
Dan kalau militer mulai longgar terhadap aturan dan bisa dilangkahi,
yang kena dampaknya bukan cuma mereka.
Tapi kita semua.