@sociotalker Buka bisnis fnb menurut saya bukan sekedar rame di awal tetapi bagaimana bisa bertahan, sudah sering saya melihat rame doank 1-2 bulan tapi belum genap setahun saja sudah gulung tikar. Bisa bertahan 2 tahun itu sudah bagus banget, pelan2 cari pelanggan suatu saat akan rame.
Desakan Donald Trump mundur dari kursi Presiden Amerika Serikat (AS) terus menguat atas aksinya yang menuai kecaman. Kali ini suara lantang itu terucap dari Ketua Partai Liberal Demokrat, Edward Jonathan Davey.
Edward, mengecap Presiden Amerika Serikat (AS) sebagai gangster internasional. Sikap Trump yang dinilai arogan merupakan ancaman bagi banyak negara hingga perdamaian dunia.
Edward geram dengan sikap arogan Trump yang dinilai mengancam kedaualatan berbagai negara, termasuk di Eropa. Ia menilai Trump telah menempatkan bisnis dan lapangan kerja warga Inggris di garis depan dari agresi.
Atas arogansi Trump tersebut, Edward mengajak seluruh pihak bersatu melawan Trump. Ia menyebut Trump adalah sosok pengganggu yang harus dihadapi dengan perlawanan.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Trump #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Strategi Iran: mengapa Dubai diserang?
Ini adalah perang finansial terhadap UEA untuk merusak reputasinya di mata orang kaya. Dubai selama ini menciptakan citra yang dapat diterima oleh audiens Barat, bahwa UEA penuh kemewahan dan aman untuk menyimpan uang mereka.
UEA pun menjelma sebagai ibu kota pelestari kekayaan bagi elit global. Tempat plesiran orang-orang kaya sedunia. UEA juga mengizinkan tanahnya dijadikan pangkalan militer AS, mengira bahwa AS bisa melindunginya.
Dengan menyerang Dubai, Iran memastikan UEA tidak lagi dipandang sebagai tempat yang aman untuk berbisnis. UEA target yang mudah dan murah dengan dampak yang sangat menghancurkan dan jangka panjang. UEA bagaikan rumah dari kaca, dilempar batu sedikit langsung berkeping-keping.
Pilihan sheikh-sheikh penguasa UAE cuma dua: meraung-raung minta agar AS menghentikan serangan, atau, terus membantu AS menyerang Iran. Tapi pilihan kedua ini sama sekali bukan pilihan bagus buat rezim yang ekonominya di ambang kehancuran akibat runtuhnya citra aman itu.
Apalagi, 90% penduduk UAE adalah orang asing (11 juta orang), dan hanya 1 jutaan saja orang pribumi. Siapa yang akan ikut "bela negara"?