Carlos Sainz ikut kritisi perkara kabut karhutla yang sampai ke Singapura!
Jelang #SingaporeGP, Sainz ikut angkat bicara mengenai isu kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.
Sainz mengaku telah mengikuti perkembangan situasi tersebut, menilai kondisi udara di sana terasa kurang sehat untuk bernapas akibat masalah tersebut.
Meski sudah terbiasa dengan bau bensin sejak terjun di karting, Sainz merasa masalah kabut asap merupakan hal yang berbeda, dan ia hanya bisa mengikuti mengikuti arahan pihak berwenang Singapura.
Sebelumnya Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) telah mengonfirmasi indeks standar polutan (PSI) di seluruh wilayah telah melampaui ambang batas tidak sehat, di kisaran 100-160. Namun race nantinya tidak akan terganggu akibat masalah tersebut.
Hayolo ikutan dikomenin pembalap F1.
CAPE CAPE KULIAH SEPANJANG INI, SAMPE MERANTAU, OTAK SAMPE NGEBUL DEMI SELESEIN PENDIDIKAN TAPI KALAH SAMA WAPRES YANG GA PUNYA IJAZAH SMA ANJING FUCK YOU 02 VOTERS.
Kok bisa ada negara yang dipimpin lansia yang di perjalanan karirnya ada history dipecat + ga ada pengalaman jadi pemimpin, dan wakilnya pun (allegedly) cuma lulusan SMP.
Negara macam apa sih…
We struggle just to find a job. We study hard to build a better future, but y’all are trying to manipulate the laws for your own personal agenda
Demi Allah, ga ikhlas dunia akhirat Prabowo jadi presiden dan Gibran jadi wapres negara ini. I hope you rot in hell
baru di rezim ini, wapres terbukti ga punya ijazah tapi gabisa didiskualifikasi krn udh terlanjur jadi wapres. baru di rezim ini, pembakaran hutan udah berbulan2 blm selesai tapi status bencana nasional ga kunjung ditetapkan.
hello, kita tuh ga fomo. kebanyakan cewe tuh bapaknya pada doyan nonton motorsport terus mereka di ajak nonton dari kecil, jadinya pada tau.
siap salah abangdaa, dikit dikit dibilang fomo 😹
“CUMA DI ERA PRABOWO TIMNAS JUARA”
Oke, gue list ya. Cuma di era Prabowo:
Karhutla nggak kelar-kelar.
Puluhan anak ISPA karena karhutla, tapi katanya nggak disorot pemerintah.
Banyak pengungsi bencana NTT yang meninggal.
Masalah di Aceh dan Sumut nggak kelar-kelar.
40.000 anak keracunan MBG.
Harga bahan pokok naik signifikan.
Anggaran kebuang buat antek-anteknya yang nggak penting, terutama Wantimpres.
Jadi, kapan aki-aki itu sadar?
bayangin Anies Baswedan itu mantan rektor, yang tentu berkapasitas dalam dunia akademik. Ganjar Pranowo itu magister alias S2, wakilnya sekelas prof, dimana itu adalah jabatan fungsional tertinggi dalam akademik. tapi kita hari ini, justri dipimpin sama orang ga berpendidikan.