83% anggaran MBG Rp270T diambil dari dana pendidikan (Rp224 triliun).
Artinya: hampir seluruh program makan gratis ini "membajak" uang sekolah.
Ngga ada habis2nya, anggaran pendidikan jadi korban program populis.
Periode terburuk, malah prioritas isi perut, daripada isi otak.
Indonesia's biggest loss:
Alm. Abdurrahmad Wahid (Gusdur)
1. Bapak pluralisme
2. Mencabut Instruksi Presiden (Inpres) No. 14/1967 yang melarang segala kegiatan perayaan agama, adat, dan kepercayaan Tionghoa.
3. Mengakui Khonghucu sebagai agama resmi keenam di Indonesia setelah mencabut Keputusan Presiden No. 6/2000.
4. Dekrit Presiden 23 Juli 2001 tentang membekukan DPR dan MPR
5. Tap MPR No. VI/MPR/2000, pemisahan antara TNI dan Polri yang memfungsikan masing masing
6. "Gitu aja kok repot"
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
𝐒𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐣𝐚𝐦 𝐭𝐞𝐫𝐨𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐚 𝐦𝐮𝐫𝐢𝐝 𝐝𝐢 𝐊𝐨𝐫𝐞𝐚 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐠𝐮𝐫𝐮 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐢?
> Pada awal September 2023, sistem pendidikan Korea kembali memakan tumbal nyawa manusia.
> Seorang guru muda bermarga Park ditemukan tewas gantung diri di dalam ruang penyimpanan kelasnya sendiri.
> Mimpi buruk ini berawal dari insiden sepele saat dahi seorang siswa tidak sengaja tergores ujung pensil.
> Wali murid yang murka langsung meretas batas privasi dan meneror nomor ponsel sang guru tanpa henti.
> Ratusan panggilan ancaman dan caci maki terus menghantui korban setiap hari menembus gelapnya tengah malam.
> Alih-alih melindungi tenaga pengajarnya, pihak sekolah justru mencuci tangan dan membiarkan korban membusuk dalam depresi.
> Tidak tahan terus disiksa secara psikologis tanpa jalan keluar, ia memilih bunuh diri sebagai solusi terakhir.
> Puncaknya pada bulan September, ratusan ribu pendidik melakukan mogok massal menolak mati konyol akibat kegagalan sistem.
> Rantai setan intimidasi wali murid ini membuktikan betapa hancurnya perlindungan hukum bagi para pendidik di Korea.
Melihat video bagaimana menstruasi terjadi ini harusnya bisa membuat kita lebih menghargai perempuan.
Menstruasi bukan “cuma keluar darah”.
Bagi jutaan perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, setiap bulan adalah perjuangan dengan berbagai keluhan seperti kram perut, punggung pegal, kepala pusing, payudara nyeri, hingga mood berantakan karena hormon. Bahkan pada perempuan dengan endometriosis, mioma, atau PCOS, nyeri dan perdarahan menstruasinya bisa lebih berat.
Untuk para perempuan, kalian hebat banget!
Kalian tetap bangun pagi, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap mengurus keluarga, meski di dalam tubuh sedang “perang”.
Terima kasih karena telah kuat.
lo boleh childfree
lo boleh nikah muda
lo boleh single seumur hidup
lo boleh anggap musik itu haram
yg ga boleh itu ngirim nomor rekening tapi formatnya foto/gambar, ga bisa dicopast anjg
@hrdbacot emang bener ya apa apa tuh, tergantung tempat. jangan smpe kita bertahan di tempat toxic.. banyak tempat di luaran sana yang lebih mengapresiasi dan cocok sama value kita
Diliat liat kok supir taksi ijo malah dijadiin samsak? Kalo pun mau marah, marah ke perusahaan.
Dan harusnya lebih marah lagi ke pemerintah yang membiarkan perlintasan ilegal, harusnya lebih marah lagi sama DJKA.
Kalo kita akhirnya malah benturan rakyat sama rakyat mah percuma, gak bakal ada habisnya.
Ayo dong tuntut solusi ke pemerintahan, tuntut pembaharuan sistem, tuntut tambah jalur rel kereta!
Jalur kereta Stasiun Bekasi - Cikarang itu cuma 2 lho, kita tiap hari berselisih sama Kereta Argo Jarak Jauh diantara 2 jalur itu setiap harinya.
"𝗘𝘃𝗲𝗿𝘆𝗼𝗻𝗲 𝘆𝗼𝘂 𝗺𝗲𝗲𝘁 𝗶𝘀 𝗳𝗶𝗴𝗵𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗮 𝗯𝗮𝘁𝘁𝗹𝗲 𝘆𝗼𝘂 𝗸𝗻𝗼𝘄 𝗻𝗼𝘁𝗵𝗶𝗻𝗴 𝗮𝗯𝗼𝘂𝘁. 𝗕𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱. 𝗔𝗹𝘄𝗮𝘆𝘀."
Ini adalah perkataan yang selalu erat gua pegangi
Saat hidup sehari-hari
Saat berinteraksi
Termasuk saat ini . . .
Coba bayangin apa rasanya kalau kalian melakukan kesalahan terus malah dibentak? dikasari secara verbal? atau bahkan dipermalukan?
Gak enak banget kan?
Padahal belum tentu kalian melakukan kesalahan itu dengan disengaja, dan memang kalian tidak ada niat buruk sama sekali.
Seperti kita tahu, 𝗴𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗽𝗮𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗺𝗮, misalnya:
-Ada yang banyak masalah di keluarganya
-Ada yang bermasalah di finansialnya
-Ada yang memang ada masalah lainnya
Dulu banget, seorang dokter senior pernah berkata pada gua saat sedang co-ass:
“Saya ini cuma menang lebih tua dan masuk kedokteran duluan aja dibandingkan kalian kok, soal ilmu atau skill kalian bisa lebih jago!”
Hal itu yang selalu gua pegang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalani kehidupan saat ini sebagai peserta pendidikan dokter spesialis.
Gua selalu berusaha mencoba untuk melihat sisi lain bila ada situasi atau kondisi yang membuat kesal atau marah dan sebisa mungkin tidak melampiaskan kekesalan tersebut kepada orang lain, apalagi ke orang orang yang sebenarnya tidak terlibat
Meskipun kadang tidak selalu berhasil . . .
“𝗧𝗵𝗿𝗲𝗲 𝘁𝗵𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗶𝗻 𝗵𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗹𝗶𝗳𝗲 𝗮𝗿𝗲 𝗶𝗺𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗻𝘁: 𝘁𝗵𝗲 𝗳𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱;
𝘁𝗵𝗲 𝘀𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱;
𝗮𝗻𝗱 𝘁𝗵𝗲 𝘁𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱.”
Jangan lelah untuk selalu berbuat baik ya!
Mumpung postingan MBG masih anget.
Saya mau sharing dikit tentang pelaksanaan MBG di tempatku bekerja.
Sekolah kami sudah beberapa minggu ini AKHIRNYA kebagian MBG juga. Pada mulanya sekolah menolak. Tapi kata dinas, sekolah tidak boleh menolak; yang boleh menolak adalah orang tua siswa. Dan jadilah divoting berapa yang mau menerima MBG, dan diberikan jumlah omprengan sesuai dengan yang mau menerima. Jadilah sekolah kami menjadi penerima MBG.
Sebagai latar sedikit, sekolah kami itu rata2 menengah ke atas. Yang sekolah aja ada yang pake Hyundai Kona. Liburan ke luar negari. Kalau lulus kuliahnya kedokteran, PETRA, atawa ke luar negeri. Saya di sana mengampu persiapan SAT bagi mereka yang mau ke LN (sambil tipis2 ngajarin mereka investasi saham pakai simulator).
Sekolah ternyata memang "agak" dipaksa untuk menerima MBG. Jika menolak, ada kemungkinan BOS-nya juga akan ditarik karena dianggap sudah mampu. Dan saya mendengar hal yang sama juga dialami beberapa sekolah lain yang muridnya banyak menengah ke atas.
Untungnya SPPG-nya lumayan. Minimal dari beberapa minggu ini saya amati menunya lumayan. Ayam teriyaki, ayam pop corn; buahnya jeruk potong, semangka, melon, dll. Kalaupun ada kekurangan, hanya masalah porsi. Tahu sendiri anak2 usia SMA, terutama yang cowok2, porsi makannya kayak apa.
Dari pengalaman ini saya melihat bahwa sebenarnya BGN itu hanya ngejar angka. Berapa jumlah siswa yang menerima MBG, berapa sekolah, dll. Mereka tidak peduli apakah itu tepat sasaran atau tidak. Lah, sekolah kami yang murid2nya lebih dari mampu juga diberi MBG. Dengan "sedikit" paksaan lagi, kalau menolak akan ditarik dana bantuan pemerintah.
Anak2 mungkin senang2 saja dikasih makan gratis. Tapi yang mengeluh adalah ibu kantin yang omsetnya mulai turun.
Dan siapa yang paling dirugikan? Tentu saja mereka yang bisa jadi tidak menerima gaji karena anggaran negara mulai seret diserap oleh MBG: para PPPK, guru dan nakes. Bahwa setiap bulir beras MBG kepada yang tidak berhak bernilai tetes darah mereka yang mengabdi sebagai pegawai dan terancam tak digaji.
Alasan gue mengedukasi di media sosial, termasuk X adalah karena jujur masih banyak penebar misinformasi di media sosial.
Bahkan sekarang ada orang yang menggunakan AI dan informasinya bisa menyebar tanpa verifikasi medis yang tepat.
Misinformasi tuh menyebar dengan cepat. Algoritma juga gak pilih-pilih mana yang benar, mana yang berbahaya.
Korbannya?
Orang-orang awam yang belum bisa memilih informasi dengan baik.
Jadi sebenernya gue hanya sekedar berusaha meminimalir jumlah korban misinformasi. Satu orang aja yang terlindungi dari misinformasi, gue udah sangat bersyukur.
Terima kasih untuk yang sudah mendukung!
I once fell in love with a boy who made me feel like a girl.
I started speaking softly, always making sure he's alright.
Acting as if I am his guardian angel.
I hunted for the prettiest clothes and accessories, the softest hijabs, the most fragrance perfume, just so he would notice how beautiful I could be.
But not everyone we love is meant to be ours.
Sometimes they are meant to be let go, to return to the love that was always theirs.
So I thank the heartbreak,
the nights I had to release him,
and the girl he left behind.
I still love looking pretty— only now, it's for me. And I've never loved myself more than when I feel beautiful.
Like this white flower— soft, quiet, and finally blooming for itself. No longer begging to be chosen.