@ardisatriawan Nah buzzer2 goblok, inilah pentingnya rakyat ribut baik di medsos maupun demo di jalanan, karena kalo rakyat diem aja maka pemerintah bakalan seenaknya.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Gibran: "Program makan gratis akan melibatkan ibu-ibu warteg, katering-katering"
Nyatanya? Tak melibatkan Ibu-ibu warteg dan katering
Malah politisi, polisi dan tentara yang dilibatkan
Dasar Pembohong!
“Emang kalo Anies ato Ganjar yang menang bakal lebih baik?"
Jangankan Anies ato Ganjar, ini Presiden digantiin sama Korlap Ojek Online juga mantepan doi.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
Pep Guardiola is much more than just an unbelievable manager.
He spoke up for the people of Palestine, Sudan and Congo while others looked away.
Pep used his platform to defend our shared humanity. That will never be forgotten. Thank you, Pep.