katanya, keluarga saya ini keluarga yang gak tau bersyukur dan gak tau cara menikmati hidup.
sekarang logikanya gini, orang waras mana yg hidupnya bisa tenang kl namanya dijadikan sebagai debitur pertama atas utang orang (yang katanya sepupu) dan utangnya hampir 1,5 M ini?
dan sekali lg saya perjelas, orang waras mana yg bisa hidup seakan semua permasalahan ini bisa diselesaikan tanpa usaha, tanpa menyesali, merenungi dan memperbaiki
ORANG WARAS MANA YANG MASIH BISA BANYAK GAYA SEAKAN GAK PUNYA UTANG PADAHAL UTANGNYA MENYULITKAN ORANG LAIN?
tapi, permasalahannya adalah semua yg terkait di dalamnya adalah keluarga besar saya sendiri. sedih ya? jelas. saya sedih krn saya harus berdamai dg permasalahan ini, sedangkan hubungan saya dan keluarga besar saya tidak mungkin terputus.
selama ini mungkin saya terlalu berkutat dg pikiran-pikiran saya, betul. memang betul.
apa saya sudah coba utk mengurainya satu persatu? sudah, jelas sudah. tapi, apakah selesai? tidak, tidak ada yg bisa menyelesaikannya.
katanya, semua orang di dunia ini sibuk kan mengurus semua urusannya masing-masing? jadi, ya anggap aja postingan-postingan ini cuma angin lalu yg gak berpengaruh apapun sm kehidupan kalian.
rasa benci itu seketika menghilang.
hatiku sakit, tapi rasanya penuh.
sakit krn sampai saat ini masih banyak orang yang menilai papa adalah manusia dengan karakter yang buruk.
tapi penuh, krn dari papa aku belajar arti cinta dan sayang dari kehidupan yang sesungguhnya.
mungkin orang blg ini berlebihan dan gak menikmati hidup. tp papaku rela seumur hidupnya berhemat utk memperjuangkan hidup layak utk anak dan istrinya.
kami pernah bersedih atas keadaan itu, tp skrg kami menyadari satu hal, hidup tanpa papa itu mungkin seperti hidup tanpa arah.