#MotoGP 🏍 - NYARIS FRONT ROW! Veda Ega Pratama menyelesaikan Qualifikasi #AmericasGP di P4 dengan gap +0.706 dari Carpe di P1!
Jangan sampai ketinggalan serunya MotoGP™ 2026! 🏁
Langganan Paket Motorsport atau Paket Ultra (Bulanan/Tahunan) sekarang.
⏭️ https://t.co/ZMwrLJzna6
Israelis filmed the moment an Iranian missile broke through Israel’s air defence systems to strike a target in West Jerusalem, in retaliation for Israel’s war on Iran.
Iranian missiles have been seen over Tel Aviv and the occupied West Bank, reportedly breaking through Israel’s defence system. Iran has said it is targeting Israeli military facilities.
Berikut video analisa sy re ledakan konflik Timur Tengah, dimana sy juga jelaskan mengapa ide agar Pres Prabowo terbang ke Teheran utk jadi mediator konflik AS-Israel-Iran adalah gagasan yg TIDAK realistis. Sy juga himbau agar Pemerintah 🇮🇩 menangguhkan pengiriman pasukan perdamaian kita ke Gaza. Silahkan dibahas, komentari, bantu sebarkan & boleh dikutip media.
Bagaimana rasanya tidur di bawah langit yang tidak lagi mau berkompromi? Kemarin kau sombong sekali, merasa paling jagoan saat menindas anak kecil.
Sekarang, saat langitmu mendadak ramai oleh kiriman 'paket' dari Iran, kok tiba² dunia terasa sempit?
😁😁
Analisis Neuropolitika Serangan Amerika-Israel terhadap Iran (1)
Oleh dr Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Penggagas Neuropolitika & Epidemiologi Perilaku
Paul Ekman dalam bukunya Telling Lies: Clues to Deceit in the Marketplace, Politics, and Marriage membuka dengan refleksi tentang bagaimana pengambilan keputusan diplomatik sering gagal karena ketidakmampuan manusia membaca sinyal nonverbal yang tersembunyi dan micro-expressions, fenomena yang hanya bisa dipahami secara ilmiah dengan metodologi seperti FACS (Facial Action Coding System), dan sekedar intuisi biasa. Ekman menekankan pentingnya gerak otot wajah yang terkode untuk memahami komunikasi implisit, terutama dalam konteks tekanan politik tinggi.
Secara FACS, gerak wajah dianalisis dalam unit tindakan (Action Units/AU), yang mencerminkan aktivasi otot, tanpa langsung menyimpulkan “emosi” tetapi memberikan pola perilaku.
Dengan analisis FACS:
• Donald Trump secara konsisten menunjukkan struktur nonverbal yang khas: kombinasi AU seperti AU20 (horizontal lip stretch) dan kontur senyum yang tidak mengaktifkan AU6 (eye-crinkling) menunjukkan ekspresi yang bisa terkait dengan kontrol emosi dan ketidakpastian yang terselubung, serta kecenderungan dominasi dalam interaksi publik. Pola ini berulang dalam beragam konteks pidato dan wawancara, menunjukkan karakter komunikasi yang langsung, konfrontatif, tetapi juga tersusun untuk menegaskan dominasi sosial dan politik.
• Pemimpin Iran Ali Khomeini, juga menunjukkan display affect minimum yang stabil dan tertahan, secara nonverbal menandakan kontrol afek dan otoritas moral yang kuat, ciri komunikasi pemimpin revolusioner yang mengandalkan legitimasi ideologis serta stabilitas persepsi massa dalam jangka panjang. (Kajian kualitatif ini berdasarkan arsip pidato dan rekaman historis).
Dalam kerangka neuropolitika konflik AS–Iran, perbedaan ekspresi ini bukan sekadar estetika wajah, tetapi mencerminkan strategi persepsi yang berbeda: Trump dan pendukungnya memilih ekspresi yang menarik amplifikasi perhatian media dan dominasi persepsi publik, sedangkan rezim Iran dan figur-figur simbolik seperti Khomeini menampilkan ketenangan ekstrem untuk menegaskan otoritas moral di hadapan ancaman luar.
Perbedaan ini bisa memengaruhi cara audiens domestik dan internasional mengevaluasi legitimasi tindakan, termasuk dalam konteks serangan Amerika-Israel terhadap Iran yang kini meningkatkan tensi geopolitik dan menuntut tindakan berbasis kebijakan kepemimpinan yang kuat dari masing-masing pihak.
----
Pelajari analisis FACS lebih lanjut dalam buku Otak Politik Jokowi, Kajian Berbasis Neuropolitika, Tifauzia Tyassuma, 2026
Komisi Informasi Pusat (KIP) memerintahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap 57 pegawai KPK yang sebelumnya dinyatakan tak lolos dalam tes tersebut.
Ini adalah penantian panjang mencari keadilan selama 5 tahun yang dilakukan eks pegawai KPK usai mereka dinyatakan tak lolos dalam TWK.
Apa konsekuensi dari putusan ini?
| Narasi Daily
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau pada Senin, 3 November 2025, dan mengamankan Gubernur Riau Abdul Wahid bersama sejumlah pihak lainnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan tersebut. Ia mengungkapkan, total ada 10 orang yang diamankan, sebagian besar merupakan penyelenggara negara.
“Dari 10 orang tersebut, pihak-pihak yang diamankan dari pihak-pihak penyelenggara negara. Jadi nanti kami akan update juga siapa saja yang diamankan,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin malam, 3 November 2025.
Budi menjelaskan, tim penindakan masih berada di lapangan dan proses pemeriksaan awal tengah berlangsung. Ia menegaskan KPK akan memberikan pembaruan informasi setelah seluruh pihak yang diamankan dibawa ke Gedung Merah Putih, Jakarta.
“Terkait dengan perkaranya apa, di bidang apa, kemudian konstruksinya seperti apa,
itu nanti kami akan jelaskan karena ini memang sedang berjalan di lapangan sehingga memang tim masih terus bergerak,” tutur Budi.
KPK juga belum menjelaskan secara detail konstruksi perkara atau dugaan kasus yang menjadi dasar OTT tersebut. Budi hanya memastikan, pihaknya mengamankan sejumlah uang.
“Nanti, kami akan update sekalian. Tentunya ada sejumlah uang juga ya, nanti kami akan update soal itu,” ucap Budi.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya kegiatan OTT tersebut. Namun, belum juga menjelaskan secara rinci soal kasus yang sedang diusut.
“Benar (OTT)” ujar Fitroh kepada wartawan, Senin malam, 3 November 2025.
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut soal siapa saja yang diamankan dalam OTT tersebut, Fitroh hanya memberikan jawaban singkat yang mengonfirmasi penangkapan Abdul Wahid.
“Salah satunya (gubernur Riau)” ucap Fitroh.
Asep Bidin Rosidin/PR
#KPK #OTT #riau
COO Danantara, Dony Oskaria, menyodorkan opsi kepada pemerintah untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Opsi tersebut adalah meminta pemerintah menambah penyertaan modal kepada PT Kereta Api Indonesia selaku pemimpin konsorsium kereta cepat, dan sebagai gantinya pemerintah mengambil alih infrastruktur proyek tersebut.
Usulan itu ditolak Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai masalah utang proyek kereta cepat mestinya bisa ditangani Danantara. Seberapa besar nilainya, dan bagaimana perkembangan terkini soal penyelesaian utang proyek kereta cepat? Geser slide sampai habis, ya.
| Narasi Daily