The Economist tumben banget dari kemaren memasak soal Indonesia terus. Dari awal jd jurnalis suka bgt sama media ini, karena kebijakan redaksinya cukup unik & sangaaat kritis.
Ciri khasnya, kebanyakan artikel di The Economist gak nyantumin nama penulis (biar tulisan diwakili institusi), mereka jg konsisten dukung free trade (pasar bebas), kebebasan individu & pemerintahan yg ramping.
Bagus lah kalo Indo disenggol terus sama nih media buat digampar soal kebijakan Prabowo ttg stabilitas keuangan dan kemunduran demokrasi.
Nah, terus ada bagian “thin-skinned” yg ditulis di sini (mudah tersinggung), merujuk ke gaya kepemimpinan Prabowo yg dianggap kurang nerima kritik, dan rekam jejak masa lalu yg memicu kekhawatiran kembalinya gaya otoriter yg memusatkan kekuasaan pada satu sosok.
Dari style dan isi pidatonya Prabowo dari kemaren, emang Indonesia ini lagi ngeri2 sedep ya.
@KapudS640 Sri Mulyani (skrg dosen di Oxford University di Inggris) pasti memaklumi betapa BERATNYA jadi Menkeu di Indonesia dibawah Presiden yg SEMAUNYA SENDIRI,TDK MAU TAHU KONDISI FISKAL & APBN yg "NAFASNYA" DITUNJANG UTANG.
guys i hate it when things ga go my way 🤣🤣🤣🤣 alias udah sih nurut aja sama masyarakaaaattt elaaaah nyebelin lu pemerintah nyebelin lu prabowo nyebelin lu polisii nyebelinn semua yang nyebelin anj