Duh, Komdigi lagi…
Akun Instagram @/cabinetcouture_id yang dikenal sering membedah harga pakaian, tas, jam tangan, hingga berbagai barang mewah milik pejabat dan keluarga pejabat Indonesia dikabarkan telah diblokir di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Akun tersebut selama ini menjadi sorotan publik karena rutin mengunggah identifikasi berbagai produk bermerek yang dikenakan tokoh publik, dengan nilai yang kerap mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Informasi mengenai pembatasan akses itu turut disampaikan melalui unggahan akun tersebut yang menyebut hanya bisa diakses menggunakan VPN atau dari luar Indonesia. Pemblokiran tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, sementara sebagian lainnya menilai akun itu berperan dalam mendorong transparansi gaya hidup pejabat publik.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Komdigi mengenai alasan spesifik pemblokiran akun @/cabinetcouture_id, sehingga berbagai spekulasi pun terus bermunculan di ruang publik.
Sc: nowdots
warga kena PHK, lo diem aje.
warga belajar dagang sendiri lo diem aje.
kuota jadi mahal, dan sebulan cuma 28 hari lo diem aje.
transaksi ke lain bank dibawah 100rb, kena admin 2.500 per transaksi lo diem aje.
isi eToll dibawah 100rb, kena admin 2.500 lo diem aja.
giliran dagang, terus untung.
lo pajekin.
dirjen pajak bego.
BUSET, ITU KORBAN KDRT DIDEPANNYA TAPI MEREKA MILIH NONTON BOLA
wanita itu cerita dia sering jadi korban KDRT mantan suaminya meskipun udah cerai
korban datang ke kantor polisi mau buat laporan tapi malah dicuekin. petugas di ruangan malah asik nonton bola
korban kecewa krn harus nunggu tanpa kepastian
#ULTIMAHORA En un acto de disidencia sin precedentes, el mayor de la Fuerza Aérea de los EE. UU. en servicio activo Jason Watson fue detenido en las escalinatas del Capitolio tras exigir el juicio político y la destitución de Donald Trump. Su detención, realizada a costa de arriesgar su carrera para cumplir con su juramento constitucional, marca un momento histórico.
#TrumpEpsteinPedoCoverUp
David Pocock pauses, overcome with emotion, while detailing UN’s horrific findings against Israel
“IDF has now killed 20,000 Palestinian children”
“…deliberately shot at children’s limbs…as a twisted game of target practice”😔
Barbaric & sickening. This is our ally?
ASLA UNUTMA!
İsrail askerlerinin doktor kılığına girerek Filistin hastanesine girip insanları öldürdüğünü asla unutmayın.
Bu terörizm ve savaş suçudur.
The Israeli ambassador protested the publication of this clip on social media platforms and asked some companies to delete it entirely. Let's make it go viral around the world
🚨 NO, no es Rusia ni Irán, esto fue en Estados Unidos
En donde una policía en Arizona golpeó y lesionó a una mujer embarasada de 9 meses que estaba esposada al arrestarla porque supuestamente estaba manejando mal.
Y ese es el país que se presume ante el mundo como ejemplo en los Derechos Humanos...
Mientras tanto en gringolandia
Así trató la policía estadounidense a Carolyn Folin, profesora de economía estadounidense en la Universidad Emory de Atlanta, Georgia, cuando protestó contra la guerra de exterminio y genocida en Gaza
🚨 Iran captain Mehdi Taremi just exposed @FIFAcom and the US:
“This is a disaster World Cup. Infantino promised to fix everything in our locker room… he did nothing. We can’t stay in Seattle — forced back to Tijuana every time. They want us out.”
Visa denials for staff. Day-before travel from Mexico. No recovery. Constant harassment because Iran refuses to bow.
This isn’t sport. It’s political sabotage by the empire using the World Cup as a weapon.
FIFA claims neutrality while Infantino plays lapdog. Iranian players still fighting with dignity.
Expose it. Stand with the players.
A Scottish fan chanted, "Free Palestine."
"I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine."
She's a hero.
🚨 JUST IN: Ingat muka mahasiswa ini? Namanya Abdi, Mahasiswa UBK yg sempat bertemu Wapres Gibran di Istana.
Turns out, BEM mereka menerima uang suap dari uang Rakyat sebesar 300 juta.
IYA 300JUTAAA, DAN ABDI INI DAPET SEKIAN PERSENNYA. DUNIA UDAH GILAAA
#IndonesiaGelap
Rekaman amatir seorang warga berhasil mengabadikan momen mencengangkan di balik demo dukungan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang diambil secara tidak sengaja ini, terlihat jelas seorang koordinator lapangan (korlap) diduga sedang membagikan uang tunai kepada massa aksi.
Alih-alih murni aspirasi, aksi ini langsung memicu kecurigaan netizen bahwa massa yang hadir merupakan massa bayaran
Jawaban yg CERDASS, HALUS tapi MENOHOK !!!
Dari, Dr. Media Wahyudi Askar seorang dosen FISIPOL UGM
Ilustrasi yang beliau sampaikan sangat sederhana dan mudah dicerna, bahkan seperti bahasa bayi.
Kalau masih tidak bisa dipahami kok ya kebangetan gitu lho ...
Lagian di dalam bis nya banyak sekali tikus2 yang sangat menjijikan 😱
Jadi jangan hanya fokus ke sopir bisnya, tapi bisnya pun harus di masukkan bengkel dulu untuk di perbaiki biar tidak blong remnya karena kebanyakan di gerogoti tikus!
Iman Zanatul Haeri (Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru - P2G) :
"Siapa pun yang merampok anggaran pendidikan, di dunia dipenjara, di akhirat dia masuk neraka"
~Mari kita Amin-kan bersama~ 🤲🥲
::
Hanya repost konten demo dipenjara setahun.?
Kita benar² sedang dijajah oleh bangsa sendiri.
Dan kita nyata sedang dipimpin oleh para Biazingan tengik.
Aktivis diteror, yg mengkritik dikriminalisasi, yg demo diserang, dan alat negara dijadikan anjing penjaga kekuasaan.
••
Guys, ada kasus dari Medan yang menurut gue paling absurd dan paling menyakitkan yang pernah gue baca dalam waktu lama.
Dua pemuda usia 22 tahun
beli Pertalite 25 liter pakai jeriken.
Ditangkap. Ditahan.
Dan sekarang terancam 6 tahun penjara plus denda Rp60 miliar.
Beli. Bukan nyolong.
Beli pakai uang sendiri.
25 liter. Pakai jeriken.
Dan dijerat pasal yang sama dengan mafia migas kelas kakap.
Ini faktanya yang bikin makin tidak masuk akal:
Mereka ditangkap 6 Januari 2026 empat hari setelah KUHP baru berlaku.
Tanggal 7 Januari sehari setelah ditangkap polisi baru memeriksa ahli.
Artinya mereka sudah jadi tersangka sebelum ahli diperiksa.
Prosedur terbalik total.
Di persidangan ada kejanggalan lebih parah lagi.
Dakwaan menyebut penangkapan berdasarkan informasi masyarakat.
Tapi saksi polisi di persidangan bilang penangkapan terjadi saat patroli rutin.
Dua versi yang berbeda.
Dalam satu kasus yang sama.
Hakim pun curiga dan langsung nyeletuk keras di persidangan:
"Yang saya khawatirkan perkara ini adalah request jadi kalian tidak murni melakukan penegakan hukum."
Hakim sendiri.
Yang ngomong begitu.
Di dalam sidang.
Dan ini tentang pasal yang dipakai yang paling tidak proporsional:
Pasal 55 Undang-Undang Migas ancamannya 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar.
Pasal itu dibuat untuk menjerat mafia migas penyelundup skala besar, kartel distribusi ilegal, pemain yang merugikan negara miliaran rupiah.
Bukan untuk dua anak muda yang beli 25 liter Pertalite pakai jeriken di SPBU pinggir jalan.
Kuasa hukum mereka langsung kalkulasi:
keuntungan tidak wajar dari pembelian itu?
Sekitar Rp15.000 per jeriken.
Lima belas ribu rupiah.
Itu yang dianggap sebanding dengan ancaman Rp60 miliar dan 6 tahun penjara.
"Nilai Rp60 miliar itu masuk akal kalau pelakunya pemain besar.
Ini cuma dua anak muda yang beli 25 liter."
Dan ini yang paling menohok siapa yang seharusnya jadi target:
Kuasa hukum mereka menyebut dengan sangat jelas:
yang seharusnya disorot adalah pemilik SPBU-nya yang membiarkan pengisian menggunakan jeriken terjadi di tempat usahanya.
Bukan pembelinya.
Bukan dua anak muda itu.
Tapi yang ditangkap adalah orang yang paling tidak punya kuasa dan paling tidak punya koneksi.
Yang punya SPBU? Bebas.
Yang beli 25 liter? Ditahan enam bulan.
Dan ini kondisi salah satu terdakwa yang paling menyedihkan:
Ayah dari salah satu terdakwa sedang menderita kanker. Kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan atas dasar kemanusiaan.
Dan mereka baru dibebaskan dari rutan setelah hakim mengabulkan penangguhan setelah enam bulan ditahan.
Enam bulan.
Untuk beli bensin 25 liter.
Di negara ini kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun dan terbukti korupsi baru ditangkap setelah berbulan-bulan program berjalan.
Mafia BBM yang mengeruk subsidi miliaran masih bebas keliling. Pejabat yang merampok uang rakyat masih bisa nyalon lagi di pemilu berikutnya.
Tapi dua anak muda 22 tahun yang beli 25 liter bensin pakai jeriken ditangkap sehari setelah membeli bensin, ditahan enam bulan, dan terancam denda Rp60 miliar.
Hukum di Indonesia memang ada.
Tapi tajamnya hanya ke bawah.
Dan selama sistem ini tidak berubah keadilan di negara ini akan terus menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang punya uang dan koneksi.
Seorang karyawan merekam dari kantornya seorang pria sedang berdiri diatas gedung yang dibawahnya sedang ada aksi mahasiswa. Dan perekam klaim sudah 3 orang seperti ini ditemukan diatas gedung.
Threads/gabriellaocv
#demo
Momen Budiman Sudjatmiko terlihat emosi saat disemprot mahasiswa karena dinilai sdh tdk kritis lagi kepada pemerintah ‼️
Maklum aja, sdh disumpel dengan jabatan 🤭😬
-----------------
Ini Instagram #demo CCTV
#wargajagawarga
Inilah alasannya kenapa mahasiswa memilih #demo di Bundaran HI dan bukan didepan Gedung DPR !
Karena mereka sdh tdk percaya lagi dg DPR, yg telah berkoalisi dg Pemerintah untuk menyengsarakan rakyat ‼️
BEM UI 🔥
#MenujuIndonesiaBangkrut