@pakrawon Berpikir itu melibatkan analisis dan refleksi ketidakpastian,
Menghakimi itu respons instan didasarkan pada emosi.
Itulah b banyak orang lebih cepat menghakimi daripada berpikir secara mendalam.
@AdelineOline@KosasihWah34083@Indostransfer Yup.
Tapi wajar jika tim yg sudah pernah berada di puncak klasemen, ekspektasi suporter naik ke target juara.
Dan juga Klub besar mana pun pasti gak bakal diam kalau timnya gak menang dalam 6 laga beruntun.
@DepokBoys Orang yg suka nyinyirin dan julitin orang lain di dalam Islam termasuk GHIBAH dan NAMIMAH.
Keduanya termasuk dosa besar karena bisa merusak hubungan antarsesama dan menimbulkan kebencian.
@AdelineOline@KosasihWah34083@Indostransfer Nah ini jawaban yg di tunggu, biar dapat pencerahan
Di awal musim management Persebaya hnya menargetkan lebih baik dr musim sebelumnya/di papan atas.
Lalu awal musim Persebaya menunjukkan tren positif, makanya ekspektasi suporter naik wajar kalau banyak yg mngira trgetny juara
@mister_felix14@StatsRawon Regil Aditya jadi manager.
Pelatih psbs sekarang Guilermo Samso yg sebelumnya Jadi asisten pelatih Emral Abus yg naik jadi Dirtek.
Sedangkan Elly Eiboy jadi pelatih PSBS EPA
Masalah utama Persebaya bukan di pelatih atau pemain, tapi lebih ke manajemen yang kurang maksimal.
Klub sebesar Persebaya seharusnya punya sistem kepelatihan yang lebih lengkap dan profesional.
Kalau staf kepelatihan minim, otomatis persiapan tim juga kurang optimal.
Hasil dr 6 pertandingan :
β 5 kalah
β 1 imbang
β 3 Goal (2 penalti, 1 own goal)
Seharusnya, dengan skuad yang cukup mumpuni, tim ini bisa bersaing lebih baik.
Dengan investasi pemain seperti Rivera, Malik, Flavio, 5 kalah dan 1 imbang adalah hal buruk.
Hasil buruk ini bukan hanya soal pemain yg menurun prformanya, tp jg ada masalah di taktik dan mental tim.
Jk tdk ada prubahan signifikan, Persebaya bisa semakin terpuruk di klasemen.