🪵 Guys, new BIG info just hit the timeline. Apparently the creator of R*ntry is a Zionist and tone-deaf. You might want to consider to use the alternative (based on op) it is available on fluffle(dot)cc.
TKA itu semangatnya, untuk melihat capaian nilai akademik per-anak. Yang selama era merdeka belajar, hanya jadi random sampling dalam AKM (AN).
Kritik terhadap UN di masa lalu, dimasukan dalam format TKA. Salah satunya tidak menentukan kelulusan. Tapi menentukan keberterimaan pada jenjang berikutnya. Disinilah kemudian muncul beragam persoalan.
Baik dari redaksi soal TKA (teknis), dan mereka dari kalangan menengah bawah, semakin sulit untuk bersaing dengan anak-anak yang memiliki capaian baik karena mendapatkan beragam keistimewaan seperti mendapatkan pembelajaran yang baik secara akademik dan dapat mengeluarkan biaya untuk belajar tambahan. Biasanya yang tidak beruntung ini, tidak bisa masuk sekolah negeri yang dianggap bagus, dan berakhir di sekolah swasta menengah bawah dan tidak gratis.
Disinilah pembiayaan pendidikan makin membengkak justru pada orang tua yang tingkat ekonominya rendah. Mereka yang tidak dalam kategori desil 1-2 ini juga tidak punya akses untuk masuk sekolah rakyat, tapi tidak bisa juga masuk sekolah negeri yang telah mensyaratkan nilai TKA sebagai ambang batas yang akan terus meningkat seiring meningkatnya calon murid baru pada beberapa sekolah negeri yang diharapkan.
Mungkin inilah kontribusi pembiayaan pendidikan terhadap terjun bebasnya kelas menengah-bawah, yang tidak bawah-bawah amat, tapi terancam miskin.
Pada lapisan ini, pemerintah harus punya solusi.