Donald Trump: "Mi hijo Barron solo tiene 20 años, recibe amenazas de Irán por ser el hijo del presidente"
Irán: "Zahra tenía solo 14 meses. Fue asesinada por Donald Trump por ser nieta de Jamenéi"
🙏 DI USIA 65 TAHUN, BELIAU MASIH BERJUANG MENGAJAR…
Namanya Bapak Rudy Dermawan, pensiunan guru Bahasa Jepang lulusan UNISBA.
Di usia yang sudah tidak muda 65 tahun, beliau tetap memilih mengajar demi menyambung hidup.
📚 Beliau membuka kelas online Bahasa Jepang (level N5–N4) untuk siapa saja yang ingin belajar dari nol.
📖 Selain itu, beliau juga menjual E-book belajar Bahasa Jepang (PDF) seharga Rp50.000 saja.
💔 Bagi kita mungkin kecil…
Tapi bagi beliau, itu sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari.
Kalau kamu: ✅ Ingin belajar Bahasa Jepang
✅ Atau sekadar ingin membantu
Silakan hubungi nomor yang tertera 🙏
❤️ Mari kita saling bantu sesama anak bangsa.
Karena kebaikan kecil dari kita, bisa jadi harapan besar bagi orang lain.
(RT ke semua orang agar meluas)
#BantuSesama #BelajarBahasaJepang #KisahNyata #BerbagiItuIndah #IndonesiaSalingbantu
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Israel killed Farizal in South Lebanon.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
A father. A husband.
Israel killed him anyway.
And not a peep from Western media.
No global outrage. No condemnation. No accountability.
Kisah Menteri Paling Miskin, Menguasai 9 Bahasa Dunia tapi Hidup Mengontrak Dari Gang ke Gang Sampai Akhir Hayatnya
Dunia mengenalnya sbg "The Grand Old Man" Diplomat jenius yg menguasai 9 bahasa asing.
Pria yg disegani lawan debatnya di Liga Bangsa Bangsa (sekarang PBB). Dialah H. Agus Salim
Tapi dibalik jas mentareng dan rokok kreteknya tersimpan kehidupan asli yg jauh dari kata mewah, bahkan bisa dibilang sangat melarat untuk ukuran seorang pejabat Negara.
Di balik keteguhan Agus Salim ada seorang wanita hebat bernama Zainatun Nahar. Beliau bukan sosok isteri pejabat yg sibuk arisan atau pamer kemewahan, Zainatun adalah wanita yg rela hidup Nomaden. Selama mendampingi suaminya mereka tidak pernah memiliki rumah pribadi, mereka selalu berpindah dari kontrakan sempit ke kontrakan lain di gang-gang becek Jakarta (Tanah Abang, Jatinegara, Karet)
Gaji Agus Salim sebagai pejabat sering kali habis untuk perjuangan dan sedekah. Saking sulitnya ekonomi mereka, Zainatun sering memutar otak agar anak2nya bisa makan. Pernah suatu hari tidak ada uang belanja tapi Zainatun tidak mengeluh, ia mengolah apa yg ada, ia tetap tersenyum menyambut suaminya pulang meski di meja makan hanya ada nasi dan kecap.
Kisah paling legendaris terjadi saat mereka mengontrak di gang sempit Tanah Abang, saat itu hujan deras dan rumah mereka bocor parah, air masuk ke ruang tamu. Kebetulan ada tamu penting (Tokoh Pergerakan) yg datang berkunjung.
Apakah Agus Salim malu? Tidak, ia justru mengajak isterinya bernyanyi sambil menaruh ember2 di bawah bocoran air.
Dengan jenaka Agus Salim berkata kpd tamunya "Maaf, nyonya (Zainatun) sedang sibuk mengatur bendungan, sebentar lg kita akan punya kolam renang di dalam rumah".
Mereka tertawa bersama, Zainatun tidak merasa hina ia justru bangga. Bahwa kemiskinan harta tidak bisa merampas kebahagiaan dan harga diri keluarga mereka.
Sebenarnya mudah saja bagi Agus Salim untuk menerima "hadiah" rumah atau uang dari kawan2nya, tapi ia dan Zainatun sepakat menolaknya. Mereka memegang prinsip "Leiden is Lijdn" Memimpin itu menderita. Mereka tidak mau hidup enak dari fasilitas Negara sementara Rakyatnya masih sengsara.
Hingga Agus Salim wafat pada 4 November 1954 ia tetap tidak punya rumah sendiri.
Ia mewariskan nama besar tapi tidak harta benda.
Zainatun melepas kepergian suaminya dgn tegar. Ia tahu suaminya adalah mutiara yg tak perlu dibungkus kotak emas untuk bersinar
Semoga saja kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi pejabat kita
terutama para petinggi BGN yg beli mtr listrik tanpa izin DPR
HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
“Last seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.”
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.
Interesting how some in Korea debate IQ, while Indonesia brings home Gold and 1st place at WorldSkills Asia 2025. Trophies speak louder than stereotypes. 😄
#SEAblings#SEAblingsAgainstRacism#Knetz
if you want something so badly read this dua;
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Rabbi inni lima anzalta ilayya min khayrin faqir
My Lord, indeed I am, for whatever good You would send down to me, in need
[28:24]
#FatwaAhad: Bukan hanya aku yang mempunyai hak memilih atas pertimbanganku sendiri, kau dan dia pun mempunyai hak memilih atas pertimbangan masing-masing sendiri. Dan kita tetap bersaudara. 😊
(A THREAD)
Mau curhat toko optik kita bernama KajaMata di Pamulang yang baru banget buka TEPAT 2 bulan lalu dan baru banget dicuri subuh ini, 22 Juli 2023. Thread ini gue tujukan karena gue tau ORMAS yang bersangkutan atau POLISI aja gak cukup buat bantu cari jalan yang solutif.
Banyak yg tag gue krn bingung gmn ceritanya rabies bisa bikin korban ketakutan sama air kayak gini. Sedihnya tuh kalau sudah muncul hydrophobia, chance of survivalnya kecil banget 💔
Kok bisa yaa?
RIP buat adek 😔
Aku coba ceritain penyebab + pertolongan pertamanya di thread yaa
Sedekade berlalu, Johnson & Johnson akhirnya setuju membayar kompensasi kepada puluhan ribu orang yang mengklaim bedak talk perusahaan itu menyebabkan kanker.
Ya, pemakaian talk jadi faktor tambahan terjadinya kanker ovarium. Kenapa? Saya jelaskan:
*(Di KBBI talek ditulis talk)