@_AlexisMontague@CassMontague Walau begitu, satu tatapan dari Alexis saja sudah berhasil membungkam Leora. Ia rasa, jalan terbaik saat ini adalah membiarkan kedua (mantan?) kekasih ini saling memberi penjelasan.
@_AlexisMontague@CassMontague Apakah pembicaraan mereka akan membuahkan kesepahaman? Rekonsiliasi? Ataukah hanya menabur garam pada luka yang belum juga pulih?
@_AlexisMontague@CassMontague "Kuperingatkan sekali lagi, Montague. Jangan memaksa Alexis melakukan apa yang dia tidak mau!" Tongkatnya telah teracung kepada sang pemuda.
@_AlexisMontague@CassMontague Untuk membela sahabatnya, tidak ada satu pun upaya yang tidak akan dicoba oleh sang Gryffindor. Ia tidak tega melihat Alexis makin disakiti oleh pemuda ular semacam Montague.
@_AlexisMontague@CassMontague Atensinya dilemparkan kembali ke arah Alexis. Ia mengangguk, ikut meletakkan beberapa galleon untuk membayar minumannya sendiri, lalu mengambil langkah pertama untuk keluar dari tempat tersebut.
@_AlexisMontague@CassMontague "Montague, Yaxley." Leora menyapa kedua murid Slytherin dengan nada datar, kentara sekali tidak ingin lama-lama berbasa-basi dengan mereka. "Kebetulan sekali, aku dan Alexis akan segera pergi dari sini. Kalian bisa ambil meja kami."