@intelegentia "Tadi satu batang habis. Barusan batang kedua," cicitnya. Kepala pun ditundukkan karena tahu kamu akan memarahinya. Alasan apapun takkan kamu terima kalau sudah begini, kan?
@intelegentia "—!" Buru-buru ia menekan ujung batang rokok ke asbak di dekatnya. Senyum polos diberi saat ia membalikkan badan. "Kak? Ku pikir di rumah."
@exuviasm Tampaknya pendekatan yang bisa dilakukan dengan jenderal satu ini bukanlah hal yang memusingkan. Meski ia tak bisa menyepelekanmu, taktik ini jauh lebih baik daripada memberi ancaman. "Kuliner? Tidak buruk. Tentu saya tidak keberatan. Lagipula, saya adalah tamu di sini, —