hai 👋🏻 sekarang 👇🏻kita 👭🏼mau ke ulang tahun ✨nya pini, otto 🧑🏼🦲ada jawir 👩🏼 ada loco 👱🏻♀️ whaaa ‼️ yah yah yah pitri ngapainn 🛵 ya anjir celana putih lagi 👖 yah pitri aduh 💦
Moo Deng's World Cup prediction streak remains perfectly wrong, three for three, after she picked Argentina to beat Spain in the final.
Listen to the story or get the full story in the 1st comment.
Persekusi massal itu gak pernah soal 'menyelamatkan lingkungan dari efek negatif'. Itu murni pelampiasan sadisme komunal yang kebetulan nemu target yang 'halal' dihajar secara sosial.. Buktinya? Pemabuk yang KDRT ke istrinya tiap malam, atau preman yang malak pedagang kecil jarang banget dikeroyok warga, padahal efek negatifnya nyata dan merusak fisik. Kenapa? Karena pelaku persekusi ini aslinya pengecut. Mereka cuma butuh samsak hidup yang minim pembelaan hukum buat muasin ego pahlawan kesiangan mereka..
Harusnya juga amarah tuh paling meledak misalkan pas liat pabrik buang limbah beracun ke sungai desa, atau pas tau jalanan rusak gara-gara anggarannya dikorupsi.. Tapi pernah liat massa ngeroyok bos pabrik atau bupati korup? KAGAK KAN??. Karena insting binatang mereka tau, ngelawan yang punya power itu bahaya. Jadi mereka main aman...serang yang minoritas, serang yang paling lemah, biar ngerasa jadi penegak keadilan tanpa perlu ambil risiko mati konyol. Yaa istilahnya Fasisme jalur aman..
Sadly bisa melebar kyk kasus 98. Dulu wanita2 tionghoa jd korban. Nah ini klo gk segera dihentikan, TAKUTNYA muncul persekusi "klo diajak nikah/pacaran nolak, berarti lesbi, harus diperkosa biar lurus lg."
Man... I'm scared that the pattern is too obvious arahnya bakal kemana.
There are criminal mobs in Indonesia currently hunting trans women, yet we’re expected to believe that LGBTQ+ people are the threat to society instead of the extreme hatred from lunatics that justifies violence against other human beings.
Gegara presidennya nih, so soan menetapkan ancaman non militer. Jadinya hal tersebut seakan melegitimasi masyarakat untuk berbuat sewenang-wenang, kan. Emang gila ya, lagi-lagi gue akan selalu ingat dosa 02 voters yang buat sebab semua kisruh di negeri ini terjadi.
Indonesia is still stuck in the 80s when it comes to HIV/AIDS education, like it's been debunked for DECADES and they genuinely still spew outdated bigot talking points
negara kleptocracy yang isinya pejabat korup, masyarakatnya dibantai abis-abisan lewat kebijakan, dan penegak hukum yang sewenang-wenang serta main hakim sendiri. ada anak kecil dibakar putra kyai yang gk berani disentuh siapa-siapa. ada emas dalam tembok. ada orang-orang yang diseret ke kantor polisi cuma karena bikin lelucon.
dan orang-orang ini betul-betul percaya bahwa masalahnya adalah seksualitas orang lain.