Teringat ketika jadi komandan paskibra, kedua orang tua ku datang tanpa sepengetahuanki untuk mengapresiasi anak sulungnya yang berhasil dikukuhkan menjadi komandan paskibra.
Terlahir dari keluarga yang berpisah, tapi orangtua ku tidak pernah gagal untuk mengapresiasi apa yang kami kerjakan dari dulu, sehingga kami tumbuh jadi anak yang bisa bangga sama diri sendiri.
She needs help!
Gw udah stalking akun dia tadi pagi, sampe pada kesimpulan: kemungkinan dia bukan cuma mengalami baby blues, tapi (bisa jadi) gejala PPD/Postpartum Depression.
Korban child grooming, belum siap mental nikah muda, stress ngurus 7 anak yg masi kecil semua sampe dibiarin manjat2 lemari n gelantungan di TV, stress ngurus suaminya yg kena diabetes (kondisi kakinya agak serem diliat) ditambah suaminya emosian, semua pekerjaan rumah dia yg ngerjain, baju2 berantakan di lantai, rumah dibiarin kotor, anak dibiarin main di kuburan, dan pelarian dia aktif curhat di komunitas twitter.
Semoga kondisi mbaknya baik-baik aja dan bisa segera dapat pertolongan.
Ada rasa sakit yang tak bisa aku jelaskan, sakit sekali.
Terlalu dalam untuk mencapai nya,
Aku sendiri berusaha menyembuhkan luka itu,
Tapi setiap kali sudah mau sembuh luka ku malah bernanah.