Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
Kejadian terekam kamera! Niat hati cuma mau beli air minum, malah berujung duel maut. 😱
Kronologi singkat: Hari Kamis (02\/04\/2026), korban sedang mengendarai PCX Merah menuju O-SAVE. Di sana, korban bertemu saudara dan tak sengaja berpapasan dengan 3 orang pria.
Niat korban sopan, korban salami mereka. Tapi tiba-tiba, mereka mulai menanyakan orang tua korban dan ujung-ujungnya minta uang. korban jawab dengan tenang, "Kalau ada perlu, silakan main ke rumah saja."
Tak terima dengan jawaban itu, mereka langsung menyerang! korban sempat menghindar berkali-kali, tapi terus dikejar sampai akhirnya terjadi baku hantam. Yang lebih parah, salah satu dari mereka mencabut pisau dari balik jaket dan mengancam akan membunuh korban.
Hati-hati buat warga yang melintas di area ini. Tetap waspada, premanisme nggak pandang bulu!
Detail Informasi Lokasi Kejadian :Kp. Gabus, Tambun Utara (Sekitar Minimarket O-SAVE)
Waktu Kamis, 02 April 2026
Sumber : babelaninfoid
My Lord! Make me and those believers of my descendants keep up prayer. Our Lord! Accept my prayers.
Our Lord! Forgive me, my parents, and the believers on the Day when the judgment will come to pass.
[Sūrah ʾIbrāhīm, Verse 40-41]
rombongan RI 26 pler.. mau keluar Padalarang aja sampe 1 portal GTO ditutup dulu buat beliau beliau ini lewat. bikin macet pleerrr, ambulan lewat aja tetep antri bangsyad di GTO. pejabat makin hari makin lebay aja kntl, kayak orang penting banget mau ketemu pencipta alam semesta
Oknum Hakim pengadilan tingkat pertama boleh saja berhasil disuap 50 hingga 100 Milyar, tapi begitu ramai dan gaduh, Hakim Pengadilan Banding dan Kasasi nantinya akan grogi juga untuk coba-coba terima suap, karena dipelototi jutaan pasang mata.
Disitulah pentingnya peran mata, cakar dan taring nitizen sosmed serta medianya mengacaukan skenario serangan rudal balistik berhulu ledak dolar Amerika Serikat dan Singapura milik “para-para” koruptor itu.
Di negeri yang dikuasai maling, berteriak sendirian tentang kebobrokan hakim dan aparat hukum sebenarnya cuma menebalkan urat leher dan merusak kelenturan pita suara saja, nyaris tak ada guna.
Lain jika yg berteriak manusia satu negara dan mengakibatkan kegaduhan yg sampai mengusik ketenangan Presiden. Cuma sayangnya jadi apes juga jika Presidennya malah takut dengan koruptor lantaran diancam.
Jadi, jangan biarkan koruptor ratusan triliun itu tertawa gembira divonis pengadilan tingkat banding dan tingkat kasasi nantinya.
Kuliti oknum Hakim (bila perlu doxxing seluruh aset dan kekayaannya) yang menjatuhkan vonis ringan pada koruptor yang di China akan 3x di gantung atau tembak mati itu.
Jangan berhenti share dan repost jika ada info apapun tentang oknum Hakim, Jaksa dan aparat hukum lain menerima suap dari para koruptor pengkhianat negara itu.
JEK GOJEK INI GIMANA DUIT GUA NYANGKUT. GABISA DICEK STATUSNYA @gojekindonesia
PERTAMA LAMA BANGET GA ADA KONFIRMASI APA-APA DARI ALFAMART, JADI GUA CANCEL
TERUS CEK STATUS DAFTAR BELANJAAN DITERIMA
DIKLIK, TERTULIS DIBATALIN
NAMA DRIVER DI HARJAKA, PAS DICHAT BEDA AKUN.
@coeurduzulize @gojekindonesia wah sama! status masih ga jelas, dibatalkan tapi saldo belum balik. terus coba belanja pakai alfagift, dan dapet alfamart yang sama saat pakai gomart. ga sampai 30 menit barang sampai, jelek banget nih respon @gojekindonesia sama oknum drivernya juga ga bener!
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.