STOP BEREAKSI 🚨
🗣 "Min, susah karena media online dan TV masih blow up beliau"
1. Pertama, media online/TV masih mengangkat beliau karena pasar yang masih tinggi. Siapa pasar yg dimaksud? Kita, para netizen.
Para netizen masih membahas dan menulis/menyebut nama beliau di sosmed manapun. Media senang, beliau pun senang.
2. Kedua, postingan yg emosional sangat laku di sosmed. Beliau mendapat sorotan karena menarik emosional netizen dgn bahan negatif. Kami memilih melawan juga dgn cara emosional namun dgn bahan positif. Contoh?
Blow up semua tentang timnas dan coach Shin Tae-yong yg berbau emosional. Perlahan, kami menarik emosional netizen dengan bahan positif.
3. Ketiga, bagi para media online yg mencari exposure/engagement, kalian bisa mendapatkan itu tanpa membahas/menyebut beliau. Ambil sikap untuk menjadi media yang sehat.
4. Keempat, kami sbg pendukung timnas TIDAK ANTI KRITIK. Masih banyak sosok yg mengkritik timnas secara relevan.
5. Kelima, tidak mudah mengubah kebiasaan dan tidak mudah utk tak tertarik akan postingan yg menyulut emosi dari beliau. Tapi perlu diingat bahwa kita adalah target beliau, target media dan target televisi.
Ketika dari diri kita bergerak utk tidak membahas, reaction ataupun komen, kalian sudah bersikap dengan benar.
Stop membahas/bereaksi/berkomentar/menuliskan beliau di media manapun.
Fokus utk timnas! 🤝
Mengurangi Subsidi BBM dan menggantinya dengan menaikkan BLT sudah bagus, tepat sasaran.
Tapiiiii..Lebih bagus lg menggantinya dgn "MENGHAPUS ATURAN PENSIUN SEUMUR HIDUP ANGGOTA DPR" yg kerja cuma 5th itu,
DPR JANGAN JAHAT KPADA RAKYAT!
Yang setuju Sila RT
@budimandjatmiko@Efenditmb1 Ilmu nya bak ibarat telur, baru tau cangkang sdh merasa plng benar dan plng baik, gitu ngaku org yg pny hak atas surga? Mumpung puasa ngaji yg bener dah kali2 dpt lailatul qadr bisa jd insan yg lbh baik dan bersih 🙏🙏🙏
Saya tetap yakin bahwa kejahatan sosial terbesar manusia bukan disebabkan o/ orang2 jahat murni (karens birahi atau maniak darah u/ keisengan) tp o/ orang2 berniat baik tak berilmu atau dgn ilmu2 kedaluwarsa.
Manusia banyak mati gara2 perkelahian mereka
Jangan biarkan makhluk - makhluk ini berkuasa.
.
.
Tidak ada alasan pembenar membiarkan mereka berkuasa & berulah, menyebarkan racun dogma dgn sejuta bualan tentang "surga mereka" di wilayah Nusantara ini, karena Nusantara bukan "gurun pasir" & bukan hamparan "tafsir - tafsir sihir" mereka.
.
.
BIARKAN GARUDA YANG TETAP MENCENGKRAM PITA BHINNEKA TUNGGAL IKA.
JANGAN BIARKAN "ONTA GURUN" MERAMPAS PITA ITU & MENYIRAM DENGAN KECINGNYA.