Pelajaran yang saya ambil dari Pemilu era medsos ini (terutama 2024), banyak kita yang terjebak dalam gelembung bias medsos itu sendiri.
Masing-masing pendukung paslon begitu yakin jagoannya akan menang, sampai lupa untuk realistis. Sehingga ketika jagoannya kalah maka jadi sakit hati.
Kenapa yakin? Karena gelembung bias di medsos yang menggiring kita seolah jagoan kita dapat banyak dukungan dari masyarakat. Padahal masyarakat itu sendiri tidak cuma yang di medsos, tidak cuma di Twitter, Instagram, Facebook, dll.
Ada ratusan juta pemilih di luar sana yang gak main medsos yang jadi sasaran utama dari para paslon. Itu lah kenapa kadang kita suka bingung, kok program paslon ini aneh sih? Kok gak masuk akal sih? Mana ada yang milih? Karena memang bukan kita target program tersebut 😁
Isu pelanggaran, kecurangan, dll juga termasuk pertimbangan untuk kita tetap realistis.
So, untuk kawan-kawan yang berhasil tetap realistis dan menjaga akal sehat selama Pemilu kali ini, selamat! Bagi yang terlanjur sedih, sakit hati dan sebagainya, yok yok bangun, besok udah masuk kerja lagi loh 😊
Klo emang beneran bagus & potensial utk pemilihan selanjutnya, abis kekalahan ini kata gua mah ya..
1. Bayar utang dosa politik identitas wkt pilgub dulu
2. Jgn act si paling intelek lg dg jelek2in pihak yg udh ksh manfaat ke rakyat byk, coba lbh membumi
3. Jgn koalisi sm PKS lg
Khusus buat anak Malang atau siapa pun yang pernah ke Malang, apa nama area atau jalan yang menurutmu paling unik di Malang?
Nek ayas:
1. Sumpil
2. Kacuk
I workout 6 times a week and also abstain from cigarettes. I don’t have any proir respiratory problem conditions. I thought i was in best health condition. Then, i was hospitalized for #COVID_19 for 17 days..