momen choki,tretan nanya ke hasan nasbi soal pemerintah liat medsos gk sih atas kritikan dll:
choki: emang viralitas di sosial media enggak mewakili rakyat indonesia, bang?
hasan nasbi: viralitas di media sosial menurut dia enggak otomatis mewakili suara rakyat
hasan nasbi: kalau mau fair-fairan, yang paling berhak ngatasnamain rakyat itu pemerintahan yang berkuasa
hasan nasbi: soalnya itu didukung oleh sebagian besar rakyat
hasan nasbi: banyak orang ngatasnamain rakyat padahal belum teruji ikut pemilu
hasan nasbi: bahkan yang udah ikut pemilu pun belum tentu beruntung menang, tapi tetap aja sering ngatasnamain rakyat
hasan nasbi: anggota dpr itu udah terbukti dapat dukungan rakyat, kalau enggak dia enggak bakal duduk di situ
hasan nasbi: termasuk orang yang udah jadi presiden juga sama, dukungannya udah teruji
Gerakan yang Mulai Mendebarkan Jantung Rezim
Formasi Menteri Kabinet Bayangan bentukan tokoh dan masyarakat sipil:
1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
2. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
3. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
4. Menteri Pertahanan: Curie Maharani
5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
7. Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar
8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
9. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik
10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri
11. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum
12. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
15. Sekretaris Kabinet: Ahmad Julil Qur'ani Farid
Silahkan jika ada kritik dan masukan...
Rezim kocar kacir
15 Akademisi Resmi membentuk Kabinet bayangan sebagai lawan tanding (checks and balances) kabinet merah putih yang selama ini loyo
Akan kami buktikan Tugas negara itu mudah kalo niatnya Baik
(Feri amsari)
Anak minta gendong. Bapak turuti gendong.
2 menit kemudian: "Turun, Pa." Bapak turunin.
3 menit kemudian: tangan ke atas. "Endong, Pa." Bapak gendong lagi.
5 menit kemudian: "Turuuun." Turun. Jalan 10 langkah. Berhenti. Tangan ke atas lagi: "Endooong."
Naik. Turun. Naik. Turun. 15 kali di satu trip ke mall. Bahu Bapak pegal. Pinggang Bapak ngilu. Dalam hati: "Manja banget sih. Mau gendong apa mau jalan? Pilih satu!"
Pak, itu bukan manja.
Anak minta gendong. Bapak turuti gendong.
2 menit kemudian: "Turun, Pa." Bapak turunin.
3 menit kemudian: tangan ke atas. "Endong, Pa." Bapak gendong lagi.
5 menit kemudian: "Turuuun." Turun. Jalan 10 langkah. Berhenti. Tangan ke atas lagi: "Endooong."
Naik. Turun. Naik. Turun. 15 kali di satu trip ke mall. Bahu Bapak pegal. Pinggang Bapak ngilu. Dalam hati: "Manja banget sih. Mau gendong apa mau jalan? Pilih satu!"
Pak, itu bukan manja.
Diskusi tentang isu seputaran proyek unggulan pemerintah dari berbagai POV. Ada bang Gema dgn sudut pandang pengamat yg realistis & praktis jawaban selalu to the point, ada Mas Media dari aktivis akademisi yg kasih jawaban diplomatis & selalu optimistis.
Wawancara terhadap seorang investor: ia jelaskan alasan investor luar enggan berinvestasi ke Indonesia. Dia bercerita pengalamannya 5 tahun lalu saat di Indonesia. ๐ฏ
agak laen ini firdauss
๐ด hotst: coba anda jelaskan definisi kritik
๐ฑ Firadus: definisi kritik adalah harus disertai dengan solusi tetapi pakai adab dan norma
๐ด host: baik, sumbernya darimana?
๐ฑ Firdaus: dari saya barusan
๐ด host: hahahahaha
๐ฑ Firdaus: saya tidak perlu refrensi, saya sudah pintar
Dialog Petani & Gibran soal Jalan Sawah:
petani :Alhamdulillah untuk alat-alat panen alsintan mulai dari jonder, komben itu melalui brigade banyak sudah cukup, sudah lengkap ya."
Gibran:"Oke, bagus."
petani : Yang kurang jalannya Pak. Jadi dari jalan menuju ke sawah itu komben atau jonder itu masih kesulitan."
Gibran:"Kenapa, Pak?"
petani : "Belum ada box jalan Pak. Jalan sawah belum ada jembatan kecil untuk masuk. Sementara ini kami pakai tangga."
Gibran:"Tangga?"
Rukamto:"Iya Pak. Satu tangga enam orang yang mikul. Combine harvesternya didorong turun tangga dari jalan ke sawah. Tangganya dipindah-pindah dari petak satu ke petak lain."
gibran : kenapa gk di gendong itu combinenya?
petani : diam sejenak, (lu tau kagak sih combine harvester)
gibran nyuruh petani traktor di gendong aja klo susah di pindah dari 1 sawah ke sawah yang lain
Dialog Petani & Gibran soal Jalan Sawah:
petani :Alhamdulillah untuk alat-alat panen alsintan mulai dari jonder, komben itu melalui brigade banyak sudah cukup, sudah lengkap ya."
Gibran:"Oke, bagus."
petani : Yang kurang jalannya Pak. Jadi dari jalan menuju ke sawah itu komben atau jonder itu masih kesulitan."
Gibran:"Kenapa, Pak?"
petani : "Belum ada box jalan Pak. Jalan sawah belum ada jembatan kecil untuk masuk. Sementara ini kami pakai tangga."
Gibran:"Tangga?"
Rukamto:"Iya Pak. Satu tangga enam orang yang mikul. Combine harvesternya didorong turun tangga dari jalan ke sawah. Tangganya dipindah-pindah dari petak satu ke petak lain."
gibran : kenapa gk di gendong itu combinenya?
petani : diam sejenak, (lu tau kagak sih combine harvester)
gibran nyuruh petani traktor di gendong aja klo susah di pindah dari 1 sawah ke sawah yang lain
Saya coba cek jabatannya di website kampus UNY..
Ternyata beliau ga hanya wakil rektor..
Tetapi juga Guru Besar...
Dikukuhkan sejak Juli 2024..
Serta mantan Dekan FEB UNY..
Orang2 seperti mereka itu adalah contoh bahwa kerangka berfikirnya sdh matang. mereka memiliki kecerdasan intelektual membaca pasar hiburan. Mereka 10 langkah lbh maju dr cara berfikir konsumennya. Salut....
dari podcast raditya dika w baru tau nama asli ebel cobra itu ahmad najmi hidayat
bahkan ebel sebenarnya persona yg disengaja
aslinya dia orang normal, anak pengusaha, berasal dari keluarga berada
pura2 jadi โgilaโ supaya laku di industri hiburan
jadi keinget vicky prasetyo, awal2 kemunculannya suka ngomong ngelantur bahasa inggris berantakan twenty one my age padahal aslinya pinter
good job najmi dan vicky๐๐ป๐๐ป
Wakil rektor kemampuan berfikir akademik dan kemampuan mencerna kritiknya amburadul, tanda bahwa kematangan intelektualitasnya sangat rendah. Tidak layak seorang akademisi seperti ini.
Wakil rektor anti kritik adalah ironi dunia akademik. Kampus seharusnya menjadi rumah bagi perdebatan dan kebebasan berpikir, bukan tempat memelihara mental penjilat. Jika suatu hari mendapat jabatan lebih tinggi, yang dibawa bukan kepemimpinan, melainkan kebiasaan melayani kepentingan atasan."
https://t.co/dU8vLgUIts
Baca artikel detiknews, "TNI AD Buka Suara soal Danrem Dikawal Ajudan Tanpa Bib Saat Jogja Marathon" selengkapnya https://t.co/g7KamQtZK2.
Download Apps Detikcom Sekarang https://t.co/rxduJRO6ul
https://t.co/dU8vLgUIts
Baca artikel detiknews, "TNI AD Buka Suara soal Danrem Dikawal Ajudan Tanpa Bib Saat Jogja Marathon" selengkapnya https://t.co/g7KamQtZK2.
Download Apps Detikcom Sekarang https://t.co/rxduJRO6ul