Harus bangga atau sedih? Peradaban Jakarta makin jauh meninggalkan daerah-daerah lain di Indonesia.
Hanya butuh 2 gubernur yang memaknai ESTAFET KEPEMIMPINAN dalam bentuk kebijakan publik. Dibangun Anies, dikembangkan Pramono.
Terlihat bahwa daerah bisa maju jika road map pembangunan dipatuhi. Tidak ganti rezim ganti kebijakan.
Analogi di balas Analogi, fakta dibalas fakta, hanya orang yg memiliki dapur MBG yg mati-matian belain proyek ini.
Kalau mau traktir orang lain itu minimal sudah punya penghasilan, kalau mau ada proyek MBG, minimal BUMN profit, jangan pakai uang hasil utang apalagi dari pajak.
Bayangken, ada banyak ortu voter 02 yang kebawa narasi buzzer perihal kampus-kampus top ini karena mahasiswanya turun ke jalan dan melakukan perlawanan pada negara.
Lalu mereka (para ortu) dengan sok bijaknya mengambil kesimpulan bahwa anaknya yang kini duduk di bangku SMA tidak akan pernah mereka support untuk melanjutkan studinya di kampus-kampus ini.
Jika kita betulan diantarkan oleh negara untuk sampai di titik seperti itu, fix, negara telah mendatangkan kiamat lebih awal.
Kiamat itu bernama kebodohan akut.
RAKYAT BERHAK MARAH!
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API), Kamis (18/6/2026) hari ini sempat dihalangi oleh aparat saat melakukan aksi long march menuju titik akhir di Jakarta Pusat. Peserta aksi masih terus maju dan membuka blokade jalan ini.
Arah aksi sempat dibuat bingung karena arahan yang tak jelas. Di cuaca yang cukup panas, para perempuan bersatu menyuarakan berbagai keresahan mereka:
-Tolak MBG.
-Wujudkan janji penyediaan lapangan kerja untuk seluruh lapisan masyarakat.
-Turunkan harga, stabilkan ekonomi.
-Hapus perluasan militerisasi dan dominasi aparat.
-Hentikan represi oleh aparat.
Per pukul 11.18 WIB, peserta aksi masih melakukan aksi long march menuju sekitar Sarinah.
Protes adalah hak!🔥🔥
📸Tim https://t.co/7M6NyBtoFY
Aturan lama dan baru pada ngeh ketika badai PHK ada.
Ini implikasinya bakalan kena ke orang orang jaman covid dan ‘winter’ tech yg udh ambil sebagian JHTnya
Sedapp bukan? Udah JHT dipake buat nambah biaya hidup selama PHK ini masih kena pajak 😅
Sumber: https://t.co/ViqZ34Ej3C
Dalam 60 hari terakhir:
Aktivis HAM disiram air keras → pelakunya bebas sebelum motor lo lunas
Kacab Bank BUMN diculik dan dibunuh → salah satu pelakunya cuma 1 tahun, masih aktif berseragam
4 Brimob ditikam sampai operasi → diselesaikan dengan "damai" dan mutasi
Oknum TNI aktif ditangkap bawa 29 kg sabu → pengedar, bukan pemakai
Bocah SD 12 tahun dicabuli → pelakunya kabur 36 hari dari pemeriksaan internal sendiri
Ini bukan rangkuman berita kriminal biasa.
Ini laporan kinerja sebuah sistem.
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Bokap pernah ngajarin gue cara menghadapi orang yang nggak suka sama kita. Caranya agak unik: jangan selalu lawan dengan cara yang mereka harapkan.
Dulu Bokap pernah dijelek-jelekin dan disikut-sikut sama temen kantornya. Sampai suatu hari orang itu ulang tahun. Yang dilakukan bokap justru beli kue & hadiah dan memberikan langsung ke orang tersebut.
Gue tanya, "Kok Papa malah baik sama dia? gapantes dia dikasih hadiah sama kue gitu"
Bokap jawab, "Papa bukan lagi baik. Papa lagi pakai reverse psychology."
Terus beliau bilang, "Kalau orang yang baik sama kamu ngasih kue, itu biasa. Tapi kalau kamu dapet kebaikan dari orang yang kamu jahatin, kamu jadi bingung sendiri. Mau benci juga nggak enak, mau nyerang lagi juga jadi malu."
Beberapa hari kemudian, orang itu nggak pernah nyenggol bokap lagi.
Dari situ gue belajar, nggak semua konflik harus dibalas dengan konflik. Kadang respons terbaik adalah melakukan sesuatu yang tidak mereka duga.
Karena saat seseorang siap menghadapi amarah kita, mereka tahu cara melawannya. Tapi saat yang datang justru kebaikan, sering kali yang muncul adalah sesuatu yang lebih sulit dilawan: rasa bersalah.
cc:threadrioaldyy
Rapat orang tua di TK Ponakan. Biasanya isinya soal SPP sama jadwal libur. Biasanya gak pernah dengerin.
Tapi hari itu, gurunya,Bu Sari, udah 12 tahun ngajar, bilang satu hal yang bikin semua orang tua di ruangan itu fokus dan berhenti scroll HP:
"Bapak-Ibu, saya mau cerita satu hal yang Bapak-Ibu GAK PERNAH tau."
"Anak yang paling kalem, paling nurut, paling 'gak bikin masalah' di kelas, dia BERUBAH dalam 30 detik begitu orang tuanya datang jemput."
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.