Al Insyiroh + laa haula wa laa quwwata illaa billaah + hasbunallah wa ni’mal wakiil = combo maut. semua auto terasa mudah. ada aja pertolongan Allahnya
AMPUH TOP MARKOTOPPPPPPP😭🫶
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Tolong bedakan being expensive dan being high value.
Being expensive means you cost a lot.
Being high value means you’re worth a lot.
Expensive itu soal angka, sedangkan value itu soal kualitas, karakter, dan capability seseorang.
Kelompok 1: Yang Bikin Biji Plastiknya
TPIA (Chandra Asri Pacific) ini pabrik biji plastik paling gede di Indonesia. TPIA bikin biji plastik PP merek Trilene serta HDPE dan LLDPE merek Asrene
BRPT (Barito Pacific) ini perusahaan induknya TPIA.
FPNI (Lotte Chemical Titan) punya pabrik di Merak, Banten. Mereka bikin biji plastik buat kantong kresek sama kemasan. Pemiliknya Lotte Grup dari Korea Selatan.
Kelompok 2: Yang Pakai Biji Plastik Buat Bikin Barang
PBID (Panca Budi Idaman) bikin kantong kresek merek Tomat. Yang biasa kita lihat di pasar atau warung.
ASPR (Asia Pramulia) bikin botol Aqua, galon air, jerigen minyak goreng, ember cat, sama tutup botol. Pabriknya di Surabaya. Mereka yang pertama kali bikin galon air bebas zat berbahaya BPA di Indonesia.
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) bikin kantong kresek merek Diana sama plastik wrap makanan. Sahamnya lagi naik tinggi minggu ini, tapi hati-hati gampang volatile.
EPAC (Megalestari Epack) bikin pembungkus makanan sama minuman.
IPOL (Indopoly Swakarsa) bikin plastik tipis buat bungkus snack kayak Chitato atau Taro.
BRNA (Berlina) bikin botol plastik, tube buat odol Pepsodent atau kosmetik, sama tutup botol.
IGAR (Champion Pacific) khusus bikin kemasan obat-obatan kayak botol obat sirup sama tempat pil.
PDPP (Primadaya Plastisindo) bikin galon air, botol minum plastik, jerigen, sedotan, sama tutup botol. Pelanggannya Aqua, VIT, sama Indofood. Sekarang mereka lagi geser dari galon model lama ke galon yang lebih sehat.