• nanik s deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
• hotman paris mengundurkan diri dari kuasa hukum eks jampidsus, febrie.
• nevi rizal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Pemkab Gayo Lues.
• Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI
Dan kamu masih merasa pesimis bahwa pekik suaramu di medsos tidak akan menghasilkan apa-apa? Jangan!
Teruslah berisik. Teruslah berisik mengkritisi embege, teruslah berisik mengkritisi advokat nakal yang membela penjahat, teruslah berisik mengkritisi pejabat publik yang pribadi atau anak-anaknya terang-terangan pamer kekayaan.
Teruslah berisik tentang keadaan pasar dan ekonomi kita yang jauh dari baik-baik saja. Kita semua bisa menghantam mereka. Kita semua bisa mempengaruhi psikologis orang-orang berkuasa.
Berisiknya kita bisa mempengaruhi kebijakan politik para penyelenggara negara!
fatimah🥺🥺😭😭😭😭😭😭 doa baik dari seluruh rakyat indonesia buat kamu😭😭😭😭 Allah kasih penjagaan aamiin😭😭 semoga gak kapok menyuarakan suara kami😭😭😭
serem bgt njir, beginilah wujud komunikasi negara ke rakyat 😐
fatimah🥺🥺😭😭😭😭😭😭 doa baik dari seluruh rakyat indonesia buat kamu😭😭😭😭 Allah kasih penjagaan aamiin😭😭 semoga gak kapok menyuarakan suara kami😭😭😭
serem bgt njir, beginilah wujud komunikasi negara ke rakyat 😐
Bangsat ini seriusan profile summary posisi Komisaris di website resmi Pertamina kayak gini?
Masa pengalaman cuma aktif dalam berbagai organisasi udah kayak fresh grad yg lagi daftar magang 🤣
Our country is a fucking joke
saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, “Lihat, berarti program ini berhasil.”
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.