Terdengar tolol dan menyedihkan tp jujur at this point gw beneran pengen living together karena tiap hari balik kerja tengah malem gini GW MAWNYA PULANG PULANG PELUKAN TIDUR PELUKAN BESOK PAGINYA JUGA PELUKAN DULU
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
Taufik ini bukti betapa berbahayanya ketika pola asuh permisif bertemu dgn budaya patriarki.
Ketika anak laki-laki terlalu sering dimaklumi, dibela saat berbuat salah, & tak dibiasakan menerima konsekuensi, ia bisa tumbuh dgn rasa berhak (entitlement) yg tinggi: merasa keinginannya harus diutamakan, kesalahannya akan selalu dimaklumi, & aturan tak sepenuhnya berlaku untuk dirinya.
Lama-kelamaan, ia jadi terbiasa mengutamakan dirinya sendiri, sulit melihat dampak perbuatannya pada orang lain, & tidak terbiasa bertanggung jawab atas tindakannya.
laki-laki gapernah bener2 dapet konsekuensi setimpal atas tingkah lakunya and i will stand by it forever. not when they’re a cheater, nor a liar, nor an abuser, nor a harasser, not for their incompetence, nor their inconsistency, not when their lack of emotional maturity
ini namanya ga jodoh aja, Kak 🥹
“mantan gue ga pernah post foto berdua. pas sama pacar barunya, fotooooo terus.”
“gue dan mantan beda agama. putus sama gue, eh dia nikah sama orang lain yg beda agama juga.”
kadang emang susah dimengerti, tapi ya begitulah kehidupan ini wkwk
SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻