Harta Gono Gini yang diperebutin Andre Taulany sama mantan istrinya Erin itu 2 triliun.
dan Erin dapet 85 % sekitar 1,7 triliun sedangkan Andre dapet 15 % sekitar 300 milyar
kalau kamu bergaji UMR bandung yang sebulannya 4,7 juta. Kamu butuh 53 tahun buat ngumpulin harta sebanyak 300 milyar. 😭
Beberapa tempat streaming alternatif tambahan buat yang mau nonton pildun gratis:
1. Rbtv
Link: https://t.co/LUnid5Gxq1
2. Tigoals
Link: https://t.co/knmioG3p1D
3. NextTV
Link: https://t.co/KlyuNSHFce
Jangan lupa di-save bang wkwk.
Kita pantau bareng😁
Tidak ada pekerjaan yg mudah, tapi menjadi pengangguran pun tidak enak.
Menikah itu rumit, tapi melajang pun tidak selamanya menyenangkan.
Merantau itu berat, tapi diam di rumah pun juga tidak mudah.
Belajar itu melelahkan, tapi kegagalan pun sama sekali tidak indah.
Mempertahankan hubungan itu sulit, tapi memutuskannya pun bukan berarti lega.
Bahkan proses memantaskan diri menjadi lebih baik itu jalannya terjal, namun diam stagnan di tempat pun bukan pilihan yang tepat.
Pada akhirnya, setiap jalan itu melelahkan. Namun, jiwa cerdas yang sesungguhnya adalah keberanianmu untuk memilih lelah yang memang pantas diperjuangkan.
HP Android lo lemot dan storage penuh?
Jangan buru-buru beli HP baru.
Gue bersihin HP Android yang "penuh" kemarin. Size 64GB katanya tinggal 2GB.
Setelah gue bersihin? 31GB kosong.
29GB-nya SAMPAH yang HP lo sembunyiin.
Gini cara bersihinnya:
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷
Cara nyerang Timnas kebaca banget:
Bola dari bek, arahkan ke sayap (entah via direct atau via full-back), coba umpan diagonal ke pemain depan. Alternatif lain: Langsung long-ball ke depan.
Tonton ulang, pasti sering ketemu sama 2 ini.
Masalahnya, Saudi gampang menangin duel.
Pernah baca tulisan:
“Anak yang dibesarkan di rumah yang terbakar akan mengira semua rumah penuh dengan api”
Alias dia akan bingung ketika menemukan ada rumah yang aman dan menenangkan
Banyak laki-laki tumbuh dewasa tanpa benar-benar mengenal dirinya. Mereka diberi makan, disekolahkan, bahkan diajari untuk mengejar kesuksesan—tapi jarang diajari bagaimana caranya merasa, apalagi cara menghadapi luka batin tanpa merasa kewalahan. Di dalam psikologi, itu disebut emotional neglect—pengabaian emosional yang gak terlihat, tapi meninggalkan bekas seumur hidup.
Gak semua luka berasal dari kekerasan. Banyak yang tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yang gak pernah nanya ke anaknya:
“Apa yang lagi kamu rasakan sekarang, nak?”
atau bilang
“Kalo kamu merasa sedih, gpp menangislah sayang”.
Secara budaya, anak laki-laki dipaksa untuk diam ketika sedih, harus tetap berani saat takut, dan bangkit secepat mungkin saat sedang terluka. Emosi dianggap ancaman, bukan bagian dari kemanusiaan. Akibatnya, banyak laki-laki yang cerdas secara kognitif, tapi terputus dari emosinya. Bisa bicara strategi, tapi bingung saat diajak bicara soal perasaan. Terlihat tenang, meski sebenarnya merasa sepi tapi malu untuk mengakuinya.
Itu bukan sepenuhnya kesalahan pribadi. Itu adalah pola yang diwariskan antar generasi: ayah yang gak pernah diajari mengenali dan mengurai emosi, ibu yang lebih memilih memendam emosi demi menjaga stabilitas rumah tangga sehingga gak pernah benar-benar belajar meregulasi emosinya dan pandangan masyarakat yang memuja keheningan sebagai tanda kekuatan.
Tapi luka yang gak dikenali gak akan bisa pulih. Luka yang gak pernah dibicarakan akan jadi pola yang menyabotase hubungan, kesehatan mental dan rasa aman di dalam diri sendiri. Luka pengasuhan gak akan sembuh dalam semalam. Tapi satu laki-laki yang berani membuka ruang untuk dirinya sendiri dan demi generasi yang nanti lahir dari tubuh dan pikirannya, itu sudah cukup untuk memutus siklus.
Berani jujur bukan tentang menjadi rentan tanpa kendali. Ini tentang memberi diri sendiri hak untuk hadir sebagai manusia, bukan hanya sebagai peran sosial yang dikonstruksi masyarakat. Menjadi laki-laki bukan tentang tidak pernah merasa. Justru, laki-laki tangguh adalah yang paling berani untuk jujur dan bersedia menyentuh kembali bagian dirinya yang paling lama ditinggalkan.
Memang analisa saya gak tajam dan gak sejago yang lain…
Tapi kalau diizinkan beranalisa..
Permainan Timnas Indonesia tadi sangat kaya variasi taktik..
- A THREAD (abal-abal) -
ANALISIS RINGKAS FINAL UCL 2025 oleh @bergasss
- Pressing PSG bikin Inter buntu
- Overload & penempatan pemain jadi kunci progres bola PSG
- Simone Inzaghi salah perhitungan?
Ini juga soal LUIS ENRIQUE MASTERCLASS. Seperti apa lengkapnya?
[UTAS] 👇🏻