Teruntuk semua wanita yang masa mudanya dihabiskan untuk bekerja, membantu keluarga, mencukupi kebutuhan adik-adiknya atau untuk memperjuangkan masa depan dirimu sendiri, semoga setiap tetes keringat dan air matamu diganti dengan pahala yang berlipat ganda, dan terbayarkan di dunia dengan kehidupan pernikahan yang indah dan damai. Serta mendapatkan pasangan yang tau cara menghargaimu dan selalu mengusahakan kebahagiaanmu. Juga orang tuanya menganggapmu sebagai anaknya sendiri.
sekarang sewajarnya aja, kemarin terlalu berlebihan dan sembuhnya itu susah. dicintai atau tidak, terserah udah gak peduli. Bahkan jika itu palsu, terimakasih telah membuatku merasa dicintai.
Pada akhirnya, mungkin kita tidak perlu terlalu sibuk membuktikan bahwa kita orang baik.
Cukup hidup sedemikian rupa sampai orang yang berinteraksi dengan kita bisa merasakannya.
Karena kebaikan yang paling meyakinkan biasanya tidak pernah mengumumkan dirinya.
"ada bagian dari ibumu yang tak pernah pergi dari tubuhmu, itu adalah mitokondria. ia hidup di setiap sel tubuhmu, memberi energi agar kamu tetap hidup"
terharu pas baca, ternyata ibu ga pernah benar-benar meninggalkan kita 🥺🥺
kehilangan respect ke orang itu bukan berarti gua benci, cuma gua sadar ga semua orang layak diperlakukan sama kayak dulu, vibesnya udah beda, jadi cara gua juga beda, bukan berubah jadi jahat, cuma lagi tau diri kalo ga semua orang pantas dapat versi terbaik gua lagi.
sebenarnya orang-orang yang kurang empati itu mengerikan. jangankan untuk memahami kondisi orang lain, untuk sekedar sadar bahwa tindakannya menyakiti orang lain pun mereka tak mampu.
orang normal kalau sadar dirinya salah biasanya bakal malu, diem, terus introspeksi diri. tapi kalo orang gila kalau udah jelas salah bakal tetap bangga, playing victim, dan sibuk bikin narasi sendiri biar posisinya tetap kelihatan sebagai korban.