Bang Jaka dan Tim KTJ mempersembahkan episode 1 KTJ x @officialJKT48 bersama @H_EliJKT48@C_OnielJKT48@Freya_JKT48
Sebarkan kabar dan semangat menyaksikan❤️🔥
EPISODE 1: https://t.co/ksgeXT4ww9
Klik link di atas buat nonton☝️
Dahla capek ngedit foto langsung trailernya aja ya. Tayang jam 21:00 WIB yang mau nonton JKT dulu gapapa nanti lanjut ke episode ini.
Lagian videonya kan ga kemana-mana🤣
Eh ini ada 2 part btw, satunya akan tayang di JKTTV @officialJKT48
Sebarkan kabar!❤️🔥
Last teaser untuk meyakinkan kalian menyaksikan @H_EliJKT48@Freya_JKT48@C_OnielJKT48 di PodcastObsan!
Saksikan di sini:
https://t.co/uIYmOQZSNw
Jadi nextnya penelusuran nih?🧐
Di balik peristiwa tersimpan agenda gelap yang tak bisa langsung diterka sebelum menyusuri lebih dalam. Rangkuman rentetan peristiwa disusun ulang perlahan, diberi alur yang paling masuk akal untuk hal yang sulit dinalar. Disajikan sebagai tanda atas kesahihan sebuah titik mula bernama KTJ.
Semua yang hidup pasti berkembang dan terbaharui. Proses panjang dan tempaan tahun ke tahun mempertemukan kami pada banyak hal, yang menggugah keinginan untuk makin bertumbuh - tanpa kehilangan jati diri.
TRAGEDI PAITON (2003)
Kecelakaan dan terbakarnya bus pariwisata yang menewaskan 54 orang siswa dan guru rombongan study tour SMK Yapemda 1 Sleman.
(Kasus kecelakaan transportasi yang mengubah standar keamanan bus di Indonesia)
Para hantu penunggu rumah dan hutan mungkin paling tahu rasanya dipinggirkan dan diusir dari tempatnya bersemayam. Mereka terlebih dahulu menempati lokasi itu dan menjadikannya kampung halaman. Namun kehadiran manusia dan kepentingannya membuat para hantu ini seolah penyusup di rumah sendiri! Tuan rumah yang dianggap mengancam harus pindah, bahkan dibinasakan. Boleh menetap pun, harus ada kesepakatan.
Seperti para eksil, yang pada huru-hara 1965 dipaksa berpaling dari bumi pertiwi karena dianggap tidak sejalan dengan Orde Baru. Para cendekiawan Indonesia yang saat itu mendapat sokongan dana untuk menimba ilmu di luar negeri dilarang kembali! Mereka dianggap menjadi pembelot karena mendapatkan kesempatan emas itu di kala Orde Lama, dan kemudian dianggap terlalu kiri.
Konon ada penawaran untuk kembali, namun mereka harus menjilat dan memihak kepentingan Orde Baru. Sungguh kepulangan yang tidak menyenangkan bukan? Kembali ke rumah sendiri harus memenuhi syarat yang ditunggangi kepentingan penguasa.
Para calon penerus bangsa yang bertujuan mulia sepulangnya dari negeri tetangga, harus menelan kenyataan pahit bahwa mereka tak lagi dikehendaki di negara sendiri. “Kami orang Indonesia. Kami menjadi orang asing bukan atas kemauan kami,” ujar salah seorang eksil. Ya, mereka dipaksa menanggalkan kewarganegaraannya!
Pemerintah dengan janji-janji rekonsiliasi tampaknya belum benar berniat memberi bukti. Para eksil ini pada akhirnya harus menerima, bahwa mereka tak bisa lagi bertemu keluarga pun sanak saudara. Kesemuanya kemudian membangun hidup baru di negara lain, kebanyakan Eropa.
Bekerja, berkeluarga, dan seumur hidup mengikhlaskan keculasan kepentingan para pemimpin yang berjubel agendanya. Meski diperlakukan sedemikian rupa, bukan berarti mereka lantas membenci Indonesia. Mereka tetap cinta, mereka ingin kembali. Namun, sebelum Orde Baru runtuh, mereka hanya bisa menekan dan menelan rindu. Bahkan, banyak yang akhirnya menutup usia di tanah asing yang menjadikannya keluarga.
Sementara itu, mereka yang masih hidup dan ingin andil dalam mengawal sehatnya demokrasi negara masih ditolak bahkan dibuat porak-poranda. Acara silaturahmi kebangsaan Diaspora Indonesia oleh Forum Tanah Air dibubarkan paksa oleh sejumlah preman pada 28 September ini - TANPA ALASAN!
Dengan agenda mulia yang dibawa, tak serta merta menjadikan pihak oposisi menanggapi dengan diplomasi. Mereka memilih menampik dengan serangan membabi buta, merusak dan mengancam mereka yang hadir. Puluhan tahun lamanya, persekusi tetap menjadi jalan utama untuk mengusir hantu-hantu masa lalu yang ditakuti para penguasa!
Pulau New Guinea bagi saya amat menarik sejarahnya, di mana kita tahu kenapa pulau ini ditadbir oleh dua negara, Indonesia di barat pulau dan Papua New Guinea di timur pulau.
Kita kerap menerka bagaimana sebetulnya peristiwa sejarah bergulir. Terlebih tentu sejarah yang umumnya dikenal adalah sesuatu yang konon dituliskan oleh pemenang.
.
Anggaplah jika apa yang kita tahu adalah apa yang mereka ingin kita ketahui. Jadi bisa kita bayangkan seberapa besar sebetulnya kuasa orang-orang elit.
.
Tak jarang juga kita menyadari ada kejanggalan dalam suatu babak sejarah yang sulit untuk ditemukan kebenarannya. Karena terjadinya mistifikasi sejarah atau pengecohan!
.
Bisa jadi tentara kolonial menyebut pribumi menggunakan bala tentara gaib, sementara sebetulnya mereka menanggung malu karena kalah taktik dengan petani yang dipersenjatai bambu runcing.
.
Atau misal SUPERSEMAR yang kerap jadi perdebatan keabsahannya? Mungkin berdamai dengan sejarah adalah kuncinya. Tetapi untuk masa depan, jangan sungkan untuk jadi kritis dan konspiratif.