Ada level disiplin yang harus lo jalani tapi jangan sampek tersiksa. Pertama jelek untuk kesehatan lo, yang kedua adalah kalo tersiksa lo gak seneng ngejalaninnya jadi berat.~ @pandji
“walaupun mulutnya jahat tapi hatinya baik”
But in Islam : “apa yang keluar dari mulut itu cerminan hatinya”
Simple words can have a big impact. Mind your words.
Banyak orang bawah selalu didokrin ‘nggak usah ikut-ikutan politik, siapa pun presidennya yang cari makan tetap kita sendiri.’
Mereka nggak pernah benar-benar dikasih tau, bahwa akses pendidikan, akses kesehatan, tempat tinggal, tanah, air, semuanya dipengaruhi politik. Dipengaruhi kebijakan politik.
Sampai suatu titik:
Mereka mau berobat, akses layanan kesehatannya udah dicabut. Anak mereka mau sekolah, biayanya ternyata makin tinggi, dan derita-derita lainnya.
Sialnya, siklusnya terus berulang.
Tidak banyak yang mau belajar.
Pemilu kembali tiba, kalimat doktrin awal diulang lagi, dan diamini lagi.
Bayangin aja lu dituduh antek asing sama orang yang bergabung dengan agenda asing yang terang-terangan adalah pengkhianatan terhadap amanat konstitusi.
(Perdamaian di Gaza tapi tidak melibatkan rakyat Palestina sama sekali itu penjajahan btw)
Ya Rabbi, jangan biarkan hatiku terikat pada apa yang tak Engkau tetapkan untukku.
Ajarkan aku melepaskan genggaman pada keinginan yang hanya bayang-bayang agar aku tak tersesat dalam ilusi yang memudar.
Bimbinglah cintaku untuk hanya merindu apa yang Engkau pilihkan, yang
Pernikahanmu akan datang, pekerjaanmu akan datang, dan keberkahanmu juga akan datang. Percayalah pada- Nya. Jangan terburu-buru. Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemilik Takdir.