SHARLY TJOANDA, sebagai Gubernur Maluku Utara, seharusnya tidak melupakan nasib Suku Togutil yang kini terancam punah di tanah kelahiran mereka sendiri.
Kalian pasti pernah melihat video viral itu kan wak,ada tiga orang dari suku Togutil mendatangi pekerja tambang di hutan Halmahera, meminta makan. Bukan karena mereka pemalas wak, tapi karena hutan tempat mereka berburu, meramu, dan hidup secara turun-temurun kini semakin habis digerus oleh ekspansi tambang nikel wak. Sedih kali lihat mereka wak😭
Bayangkan wak Hutan yang selama ini menjadi rumah, apotek, dan gudang makanan mereka pelan² hilang wak. Tanah kelahiran, ruang hidup, dan identitas budaya mereka terancam hilang seluruhnya. Orang itu bukan pengganggu mereka korban dari pembangunan yang tidak memihak pada masyarakat adat wak.
Tapi, rwspon, Sherly Tjoanda awak lihat belum cukup hadir dan bersuara tegas membela kaum tertindas ini. Padahal suku pedalaman ini adalah bagian integral dari Halmahera yang harus dilindungi, bukan dikorbankan demi tambang.
Mungkin gubernur dari hasil tambang tidak perna peka terhadap dampak yang di timbulkan. Teruslah serakah sampai tanah menutup mulut kalian suatu hari nanti
Pencaplokan Lahan semakin Ganas
Masyarakat Adat Kalbar menuntut pengembalian lahan seluas 182 hektar yang dikuasai PT Mitra Andalan Sejahtera (MAA) sejak tahun 2012 di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jungkat kab Mempawah
Kabupaten Bengkayang
PT Ceria Prima mencaplokan tanah adat seluas 117 hektar yang dijadikan perkebunan sawit tanpa persetujuan warga
Ada momen di mana hutan Kalimantan seolah sengaja membuka rahasianya, mempertemukan seorang pemuda Kalimantan dengan sesuatu yang magis.
Kejadian di aliran Sungai Anai, Kayan Hilir, Malinau bener-bener bikin merinding sekaligus terharu. Di tengah riaknya air sungai dan sunyinya belantara, tiba-tiba muncul sosok gagah dari balik rimbunnya pohon seekor Payau (Rusa Sambar).
Bagi anak muda zaman sekarang, bisa jadi ini cuma dianggap sebagai "kebetulan yang estetik". Tapi buat kita yang darrhnya mengalir bersama tanah Kalimantan, pertemuan ini punya makna yang jauh lebih dalam. Bagi masyarakat Kalimantan, Payau bukan sekadar hewan liar.
Dia adalah simbol dari megahnya hutan pedalaman yang masih terjaga. Video ini viral di jagat maya, hewan endemik ini sudah ratusan tahun hidup berdampingan dengan kebudayaan lokal, menjadi bagian dari cerita-cerita pengantar tidur dari kakek-nenek kita tentang kekayaan bumi Borneo.
Anak muda yang beruntung di Kayan Hilir kemarin seolah mengingatkan kita semua, khususnya Gen Z dan milenial Kalimantan: Hutan kita masih hidup. Di tengah gempuran modernisasi dan berubahnya lanskap alam, rimba Malinau masih menyimpan detak jantung kehidupan yang asli. Ketemu Payau di alam liar secara langsung itu vibrasinya beda banget.
Ada rasa hormat, kagum, sekaligus pengingat bahwa kita adalah tamu, dan merekalah pemilik sah dari rumah hijau ini. Jaga hutan kita, jaga aliran sungai kita, karena di sanalah rumah bagi para "penjaga rimba" seperti Payau ini berada. Kalau rimba habis, ke mana lagi payau-payau ini harus pulang?
4 black kids were abducted by 16 Ecuadorian militaries and they burned their bodies. Ecuadors president did everything in his power to imply they weren’t innocent so they deserved it until Courts proven him wrong. The youngest was 11 & oldest 15.
Ayolah pak,, jangan selalu rakyat menjadi korban. Sosialisasi itu penting jika semua ini untuk kepentingan negara - sekedar untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada institusi hukumnya.
Rakyat itu cinta pada negara ini namun mengapa negara ini tidak mencintai rakyatnya ?!
Perilaku aparat terhadap warga Papua seperti ini. Kekerasan terhadap warga, laporan ke atasan lawan OPM atau KKB. Ane tapi nyata, Jadi ini salah satu pembuktian film pesta babi