@kompascom Rajut, handmade Rp. 10,000
Beliau bikin karya itu cuma buat bertahan hidup. Banyak pekerja kreatif yg kalo dikelola secara sistemis bisa memajukan ekonomi negara, & kita tau ini.
Sekalipun gue/induv lain buka ruang u/ skill beliau, ini bakal terdorong kalo yg atas juga turun.
@xzabiruw ngga ada jurusan yang pantes diremehin. kuliah seharusnya mengajarkan kita untuk berpikir lebih luas, menghargai orang lain, dan mengurangi ego. karena pada akhirnya, gelar tidak banyak berarti jika masih digunakan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain
@xzabiruw No offense ya orang yang underestimate jurusan orang lain perlu dipertanyakan pemikirannya ketika membuat statement mengingat kuliah itu mengembangkan pola pikir dan menekan ego, so untuk apa menjadi sarjana jika kamu masih memandang rendah orang lain
@xzabiruw aduh aku selalu triggering denger statement kayak gini, jurusanku selalu di underestimate sama orang-orang😭 I mean kayak... ada loh temen-temen yang mati-matian kuliah di jurusan itu guys, atau bahkan dia berusaha jadi sarjana pertama di keluarganya, please be kind
@auraaaw setujuu parah kak! ibarat teori gelas, kita cuma bisa nuangin air ke gelas orang lain kalau gelas kita sendiri udah penuh dan luber. makanya fondasi self love itu penting banget, biar kita bisa mencintai orang lain tanpa harus ngorbanin dan nguras isi gelas kita sendiri🥲🤍
@auraaaw Adalah aku. I’ve never regretted giving so much love to the people around me because I’m already a “full” person. If someone avoids me, rejects me, or whatever, it doesn’t matter. Bcs I can still give my love to someone who truly wants it & I also want to give it from the heart.
💯
btw, cuma orang yg udah "penuh" dgn dirinya yg bisa kayak gini. memberi tanpa berharap dibalikin (dengan boundaries tentunya)
kalian, kalo udah luber2 duitnya pasti pengen bagi2 ke orang lain kan? sm kyk kasih sayang. kalo diri sendiri udah penuh, rasa mau berbagi tuh guede
Living abroad benar-benar mengubah perspektif & cara berpikir gue.
Ternyata, kita bisa mulai APAPUN dari nol tanpa melihat usia.
Standard sosial di Indonesia jadi terlihat toxic. Tentang, usia sekian harus lulus S1, usia sekian harus kerja, menikah, punya anak, yadda-yadda.
kadang orang yg dikit2 takut/malu untuk nyoba bukan krn nggak capable, tapi krn terbiasa tumbuh dalam mode survival, jadi lebih baik cari aman ajaa gitu. definitely its not them to blame sih, blame the system and unequal access...
thissss☝️😭
"jangan hedon" "jangan boros" meanwhile boros yg dimaksud cuma makan cukup, angka kebutuhan gizi terpenuhi, tempat tinggal nyaman & bersirkulasi baik.
Sebenernya kita ga boros ges, emg negaranya miskin aja sampe standar hidup minimum jadi kayak boros.
As someone who treats sleep like a non-negotiable priority, I know how much it affects my mood, focus, and overall quality of life. It’s not something I can just compromise on, even in a relationship, so if we’re on completely different routines, I’d rather have my own room.
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.