advice ke sesama laki-laki:
upgrade skill, upgrade referensi, upgrade networking dan pertemanan, kurang2in nongkrong kalau tidak berfaedah, kurang2in gibah tidak produktif.
dulu saya fikir mindset itu cuma akal-akalan motivator aja karna kok dibahas mulu, tapi sekarang saya paham mindset itu penting sekali.
apa yg kita tonton, apa yg kita baca dan dengan siapa kita bergaul mempengaruhi cara pandang kita dalam hidup.
bahkan 1 kejadian yg sama bisa mendapatkan respon yg berbeda2.
saya selalu berusaha untuk berpikir bagaimana suatu kejadian bisa membuat saya bisa upgrade dan terus tumbuh.
buat temen2 yg masih berjuang apapun pekerjaannya, smg Allah mudahkan, lancarkan rezekinya, sehat2an keluarganya, dikuatkan pundaknya.
dunia itu kejam dan tidak adil. jadi yuk kita semangat :')
Rafflesia HasseltiiAkhirnya Ditemukan Usai 13 Tahun Dicari
Bunga ini memiliki ciri khasnya berwarna merah darah dengan bercak putih di kelopak cantik tapi sangat sensitif karena hanya bisa tumbuh pada inang tertentu.
#detikcom
Belajarlah untuk cuek kalau mau maju dalam hidup:
1. Cuek dengan pencapaian orang lain
Jangan bandingin diri kamu dengan orang lain. Kamu harusnya bandingin diri kamu sekarang dengan tahun lalu, misal:
uang kamu tahun lalu 20 juta
uang kamu sekarang 200 juta
berarti kamu uda lebih baik dari diri kamu di tahun lalu, goalnya adalah terus jadi lebih baik setiap tahun
2. Cuek dengan argumen ga penting
Tidak semua argumen harus dimenangkan, kadang ada argumen yang ga ada esensinya walaupun kamu menang, contoh: berdebat tentang siapa yang salah dalam kasus perselingkuhan artis
Kalau kamu ikutan argumen dan mau menang, energi, fokus dan waktu kamu akan ikut habis.
3. Cuek dengan omongan orang lain
Orang seringkali ga memulai sesuatu karena terlalu mikirin orang lain akan omong apa, kamu harus terbiasa untuk cuek. Orang yang jelekin kamu saat kamu memulai berarti memang bukan temanmu, diingat aja, ga masalah dia ga jadi temanmu, memang dalam hidup kamu ga harus berteman dengan semua orang.
Untuk adik-adikku Gen Z yang luar biasa.
Kalau dulu, umur 30 ayah ibumu udah bisa bangun rumah. Sekarang kamu umur 30 masih ngekos atau ngontrak.
Ingat ini Usahanya sama, tapi memang ekonominya yang beda.
Dulu ibumu bisa besarin tiga anak tanpa kuliah. Kamu sekarang udah sarjana, kerja sambilan sana-sini, tetap ngos-ngosan buat bertahan hidup.
Dulu ibu belanja untuk kebutuhan seminggu cukup gaji bapak sehari. Sekarang kamu kerja dua tempat, keranjang belanja masih setengah isi.
Ini bukan karena kamu males atau kurang kerja keras. Permainannya memang udah berubah.
Jangan bandingin dirimu sama orang tua dulu. Mereka main di level berbeda. Kamu main di level expert, lawan hidupmu itu sungguh dahsyat, inflasi, ekonomi digital, dan dunia yang nggak pernah tidur.
Kamu tidak gagal. Garis start-nya yang memang geser, aturannya yang berubah. Kamu masih bertahan di dalam permainan.
Jadi stop rasa bersalah, stop ngerasa malu. Kamu nggak terlambat. Kamu lagi bangun sesuatu di tekanan yang generasi sebelum kamu dulu nggak pernah hadapi.
Terus jalan.
Kamu nggak rusak.
Kamu cuma lagi membangun
di dunia yang beda.
Setiap orang punya mimpi besar. Tapi hanya sedikit yang berani bayar harga dengan kerja keras. Malam tanpa tidur, pagi tanpa malas, konsistensi tanpa henti. Itulah bahan bakar kesuksesan. Tanpa itu, mimpi hanya jadi khayalan.
Kalau ada orang menyakiti atau menghianatimu, kamu harus maafkan, tapi jangan lupakan..
Kenapa harus maafkan dan jangan dendam? supaya ga numpuk jadi penyakit di badan kamu, menyimpan dendam itu bikin penyakit..
Kenapa jangan lupakan? supaya ga kena dua kali, ada orang yang disakiti berulang oleh orang yang sama, karena sifat polos, ga enakan, terlalu mau jadi orang baik..
Kebanyakan orang tidak bisa berubah, yang ada sifat jahat ya sifat jahat itu tetap terpendam dalam dirinya..